PKL Malioboro Minta PTKM Tidak Diperpanjang

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tergabung dalam Paguyuban Komunitas Kawasan Malioboro meminta pemerintah tidak memperpanjang program Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM). Dampak diberlakukannya PTKM selama ini sudah sangat memberatkan para pedagang selaku pelaku ekonomi rakyat.

Mereka bersepakat mengusulkan dan meminta kepada Pemerintah Kota dan Pemda DIY untuk tidak memperpanjang pembatasan jam beraktivitas masyarakat, cukup hanya sampai tanggal 25 Januari saja. Menurut Presidium PKKM Sujarwo Putro, pelaku ekonomi rakyat yang terdampak bukan hanya lesehan, pasar sore dan Pasar Senthir yang terpaksa tidak dapat beraktivitas, tetapi juga menyasar ke pengemudi becak, andong, dan pedagang asongan serta PKL lainnya. “Mereka harus menerima kenyataan, pendapatan terjun bebas,” tandas Sujarwo.

Sutirah, satu-satunya pedagang lesehan malam di Malioboro yang masih buka sejak PTKM menceritakan bahwa ia membuka lesehan atas permintaan empat pegawainya yang berasal dari NTT. Mereka meminta agar dirinya tetap buka supaya bisa mendapatkan biaya hidup dan tetap kuliah.

“Demi empat anak mahasiswa yang bekerja sebagai pegawai, saya masih bisa mempertahankan berjualan meskipun hanya satu sampai dua jam. Mereka yang meminta tetap buka agar bisa mendapat uang untuk biaya hidup. Mereka perlu makan, bayar kos dan lainnya,” tambah Sutirah yang sudah berjualan lesehan di Malioboro sejak 1989. (Cdr)

BERITA REKOMENDASI