PKL Malioboro Tak Pernah Dilarang untuk Berjualan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sejak awal masa tanggap darurat maupun pandemi Virus Corona, tidak pernah ada larangan bagi PKL di Malioboro untuk tetap berjualan. Pekan ini sejumlah PKL pun mulai kembali beraktivitas setelah dua bulan menutup usahanya secara mandiri.

Wakil Walikota Yogya yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogya Heroe Poerwadi, mengaku masih menyempurnakan protokol baru yang akan diterapkan secara khusus di Malioboro. “Kita tidak pernah menutup maupun melarang, hanya pembelinya ini kan yang belum banyak. Bahkan tadi malam kita berdiskusi dengan para pedagang untuk membahas protokol baru di sana,” jelasnya.

Oleh karena itu jika kini sebagian PKL kembali berjualan, hal itu pun dipersilakan. Hanya harus ada protokol yang diterapkan secara ketat.

Beberapa rumusan protokol itu pun sudah disampaikan ke pedagang guna memperoleh masukan. Diantaranya jaminan tidak terjadinya kerumunan di jalan atau gang kawasan Malioboro, selain itu kapasitas dagangan milik pedagang sebaiknya dibatasi.

Jika hari biasa membawa dua karung, misalnya, maka untuk sementara satu karung guna saling menjaga jarak sekaligus menunggu pembeli kembali normal. Kemudian ada batas jarak jalan agar para pengunjung tidak saling berpapasan.

BERITA REKOMENDASI