PKL Meninggal Akibat Covid-19, Malioboro Tetap Ramai

YOGYA, KRJOGJA.com – Kasus meninggalnya seorang PKL Malioboro di Zona 3 sebelah barat karena Covid-19 tidak berpengaruh signifikan dengan kunjungan masyarakat ke Malioboro yang sudah berangsur normal. Namun demikian pengunjung dan pelaku usaha di Malioboro tetap selalu waspada dengan dispiln ketat memenuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Pemilik toko di Jalan Malioboro dan A Yani sudah 90 persen buka, semua menyediakan tempat cuci tangan untuk pengunjung toko. Setiap pengunjung wajib cuci tangan sebelum masuk dan bermasker,” tutur Kordinator Persatuan Pengusaha Malioboro-Ahmad Yani (PPMAY) Karyanto Yudomulyono kepada KRJogja.com, Selasa (8/9).

Karyanto menyebutkan saat ini omzet sudah naik mencapai 75 persen. “Cuma sekarang tambah banyak PKL baru tidak terdaftar,” ungkapnya.

PPMAY sebagai wadah resmi pengusaha/pemilik toko di Malioboro dan A Yani lanjut Karyanto meminta agar Pemkot Yogya bisa menambah tempat air untuk cuci tangan bagi pengunjung Malioboro – A Yani. “Selama ini tempat airnya sering kosong dan dikeluhkan pengunjung,” ungkap Karyanto.

BERITA REKOMENDASI