PKL Sarkem Ditertibkan, KAI Bantu Angkutan Barang

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – PT KAI Daerah Operasional 6 Yogyakarta akhirnya benar-benar melakukan penertiban terhadap kios PKL yang berada di sepanjang Jalan Pasar Kembang (Sarkem) sebelah selatan Stasiun Tugu Yogyakarta, Rabu (5/7/2017) pagi. Meski warga sempat melakukan aksi penolakan, namun petugas gabungan dari KAI dan Kepolisian tetap melaksanakan pengosongan dan pembongkaran 70 kios di sepanjang jalan tersebut. 

Dari pantauan KRjogja.com di lapangan, para petugas mulai melakukan penertiban pukul 06.30 WIB diawali dengan pemutusan listrik oleh PLN dan air oleh PDAM. Setelah itu barulah petugas yang dibagi dalam beberapa tim melakukan pengosongan bangunan dari barat hingga timur. 

Pukul 09.00 WIB dua alat berat diturunkan untuk meratakan bangunan semi permanen dmulai dari sisi timur. Beberapa pemiliki kios di kawasan tengah tepatnya depan Neo Malioboro Hotel masih tampak enggan meninggalkan lokasi, meski demikian suasana tetap kondusif dan terkendali. 

Kepala PT KAI Daop 6 Yogyakarta Hendy Helmi mengungkap penertiban tersebut sudah sesuai proses yang seharusnya. Menurut Hendy, pihaknya sudah sejak lama melakukan dialog dengan para pedagang namun tak kunjung membuahkan hasil. 

"Sudah bukan lagi waktunya dialog karena kami sudah lakukan proses tersebut sejak tahun 2000. Insyaallah langkah yang kami tempuh ini sudah benar," ungkapnya singkat di sela penertiban. 

Sementara para pedagang masih berharap adanya relokasi yang dilakukan PT KAI pada mereka. Terlebih, selama ini para PKL merasa membayarkan kewajiban baik itu pajak dan iuran lainnya seperti masyarakat pada umumnya. 

"Kami masih berharap ada relokasi atau gangi rugi. Kami hanya diminta pergi saja dan iklas kalau seperti ini, sulit sekali untuk kami karena saya jadi pengangguran sekarang," ungkap Endro salah satu pedagang jamu di Sarkem. 

PT KAI sendiri tak bisa memberikan kompensasi apapun pada para pedagang mengingat pengosongan dan penertiban merupakan langkah terakhir yang bisa dilakukan. "Kalau dari awal bersedia maka kita bisa beri tali asih tapi saat ini kita kita hanya bisa bantu bongkar dengan truk untuk angkutan," sambung Hendy Helmi. 

Hingga berita ini diturunkan pukul 10.30 WIB, proses penertiban masih terus berjalan. PT KAI menargetkan penertiban bisa selesai hari ini juga agar proses pembuatan pedestrian bisa segera dilaksanakan. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI