PLN UID Jateng DIY Siap Penuhi Kebutuhan Kelistrikan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY dan PT PLN (Persero) siap bersinergi dalam mewujudkan rencana program pembangunan daerah maupun nasional yang ada di DIY, terutama kebutuhan energi kelistrikan. Pemda DIY sekaligus berharap seluruh kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi dengan baik seiring adanya kenaikan kebutuhan listrik di DIY selama pandemi Covid-19.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah (Jateng) dan DIY M Irwansyah Putra mengatakan PLN diminta dukungannya membantu rencana program-program pembangunan di DIY. Termasuk dukungan terhadap program pembangunan Pemerintah Pusat berupa pengembangan Kawasan Strategis Nasional (KSN) Borobudur yang ada di wilayah Jateng dan DIY.

“Kita diminta mendukung rencana pengembangan kereta api, kawasan industri atau program pembangunan secara umum yang dilakukan Pemda DIY. Kami akan meningkatkan koordinasi lebih erat lagi dengan Pemda DIY terutama bersama-sama dalam mewujudkan rencana program pembangunan daerah maupun nasional yang ada di DIY,” tuturnya didampingi GM sebelumnya Feby Joko Priharto usai silaturahmi dengan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X di Komplek Kepatihan, Kamis (25/03/2021).

Irwan menuturkan rasio elektrifikasi DIY sudah mencapai 100 persen alias sudah melebihi target yang ditetapkan Pemerintah Pusat pada tahun ini. Sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) targetkan rasio elektrifikasi Indonesia mencapai 99,9 persen pada 2021. Selain telah memenuhi rasio elektronifikasi, pihaknya terus menggulirkan program subsidi listrik dengan memberikan stimulus diskon tarif listrik sebesar 50 persen selama triwulan II sejak April hingga Juni 2021 mendatang.

“Stimulasi listrik ini berbeda dengan subsidi sebelumnya karena pemerintah tak lagi memberikan listrik gratis untuk golongan pelanggan yang memiliki daya 450 Volt Ampere (VA) sekarang diberikan diskon 50 persen dan golongan pelanggan 900 VA yang bersubsidi yang tadinya diskon 50 persen menjadi 25 persen. Pelanggan bisnis dan UMKM yang tadinya stimulus itu tidak membayar energi minimum atau abonemen, diubah membayar 50 persen dari energi minimumnya,” terangnya.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana mengatakan Gubernur DIY berharap ‎pembangunan jaringan infrastruktur yang saat dilakukan DIY perlu diimbangi ketersediaan energi, utamanya listrik. Untuk itu Gubernur DIY meminta agar PLN mempersiapkan hal tersebut dengan sebaik-baiknya agar infrastruktur yang membutuhkan energi listrik bisa terpenuhi dengan baik.

“Memang dalam situasi pandemi seperti sekarang kebutuhan listrik di sektor industri sedang turun. Karena yang naik justru kebutuhan energi untuk rumah tangga. Namun pada 2022 mendatang, ada kemungkinan kebutuhan listrik untuk industri justru meningkat, termasuk kebutuhan di Kulonprogo, untuk itu PLN bisa siap-siap untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” terangnya.

Tri Saktiyana mengungkapkan ‎adanya rencana pembangunan kawasan aerotropolis di Kulonprogo serta sektor pariwisata bisa dipastikan akan berdampak terjadi lonjakan kebutuhan listrik, termasuk nantinya akan ada jalan tol. Menyikapi adanya kenaikan kebutuhan listrik tersebut Pemda DIY berharap seluruh kebutuhan listrik masyarakat terpenuhi dengan baik.

Sehingga tidak ada masyarakat yang menciptakan pembangkit sendiri, karena justru dinilai tidak efisien. Konsekuensi dari itu PLN harus memastikan kebutuhan listrik terpenuhi dengan baik.

“Tahun 2021 kebutuhan listrik mulai naik, dan diteruskan di tahun 2022. Gubernur berpesan agar PLN mulai menyiapkan infrastruktur listrik, terutama di kawasan dekat bandara Kulonprogo agar nanti tidak kaget,”ujarnya. (Ira/Ria)

BERITA REKOMENDASI