PMI DIY Distribusikan 2.690.000 Liter Air Bersih

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) telah mendistribusikan 2.690.000 liter air bersih menyusul dampak kekeringan yang terjadi di tiga kabupaten wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Bantuan air bersih sebanyak 2.690.000 liter ini telah menjangkau 25 kecamatan di tiga kabupaten yakni Gunungkidul, Bantul dan Kulon Progo. PMI terus berkomitmen penuh untuk tetap bersama masyarakat dan pemerintah membantu membangun ketangguhan, sebagaimana tema peringatan ulang tahun ke-74 PMI yang jatuh pada tanggal 17 September mendatang yaitu “Kita Tangguh, Indonesia Maju”, tutur Arif Rianto Budi Nugroho, Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI DIY.

Arif Rianto menjelaskan bahwa distribusi yang sudah dilakukan sejak Juli 2019 telah membantu sejumlah 4.070 kepala keluarga dan 13.964 jiwa. PMI Kabupaten Gunungkidul mendistribusikan air bersih sebanyak 1.600.000 liter sejak tanggal 1 Juli 2019 menjangkau sepuluh kecamatan diantaranya adalah Gedangsari, Ngawen, Paliyan, Patuk, Nglipar, Tanjungsari, Tepus, Saptosari, Semanu dan Rongkop dengan penerima manfaat 1.645 kepala keluarga 6.718 jiwa. PMI Kabupaten Bantul telah mendistribusikan air bersih sebanyak 895.000 liter sejak tanggal 17 Juli 2019 di delapan kecamatan yakni Dlingo, Imogiri, Pajangan, Sedayu, Banguntapan, Pandak, Piyungan dan Pleret dengan penerima manfaat 2.281 kepala keluarga 6.670 jiwa. PMI Kabupaten Kulon Progo juga telah mendistribusikan 195.000 liter air bersih sejak tanggal 7 Agustus 2019 di enam kecamatan, yaitu Kokap, Kalibawang, Samigaluh, Pengasih, Girimulyo dan Sentolo dengan penerima manfaat sejumlah 144 kepala keluarga dengan 576 jiwa.

“Pihak swasta atau donatur yang akan membantu bisa langsung menghubungi PMI Kabupaten di masing-masing wilayah”, imbuh Arif.

Seperti diketahui Bupati Bantul telah mengeluarkan surat keputusan status siaga darurat pada tanggal 12 Juli 2019, dengan nomor 331/2019 berisikan bahwa status siaga darurat terhitung mulai tanggal 15 Juli 2019 sampai dengan 15 Desember 2019, sedangkan Bupati Gunungkidul juga telah mengeluarkan surat keputusan status siaga darurat pada tanggal 9 Mei 2019 dengan nomor 153/KPTS/2019 yang berisikan bahwa status siaga darurat kekeringan dimulai sejak tanggal 2 Mei 2019 sampai dengan 31 Oktober 2019.

Arif Rianto mengungkapkan terima kasihnya sekaligus mengajak seluruh masyarakat, pemerintah, swasta dan media bahu membahu melakukan dan mendukung usaha-usaha pengurangan risiko bencana. “Sinergitas antara kesungguhan masyarakat, kebijakan pemerintah dan komitmen organisasi kemanusiaan dalam menggerakan usaha-usaha pengurangan risiko bencana akan melahirkan ketangguhan dalam menghadapi bencana”, ujar Arif. (*)

PMI

BERITA REKOMENDASI