PMU TP5 DIY Dorong Pertumbuhan Investasi Lokal Ditengah Pandemi

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Project Management Unit Tim Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan (PMU TP5) DIY berupaya memperhatikan dan mendorong pertumbuhan investasi lokal yang tidak besar di masa pandemi Covid-19 ini. Meskipun investasi kecil, tetapi setidaknya tetap dapat diandalkan untuk membantu menggerakan sektor riil dalam rangka memulihkan perekonomian DIY kembali.

” Saya bersyukur dipercaya menjadi anggota PMU TP5 DIY oleh Pak Gubernur setelah purna tugas belum lama ini. Bersama Bu Rani Sjamsinarsi dan Pak Arief Budi Santoso, kami bisa sharing dengan Pemda DIY nantinya,” kata Anggota PMU TP5 DIY Budi Wibowo yang baru ditunjuk Gubernur DIY tersebut di Yogyakarta, Minggu (21/2).

Budi mengatakan PMU TP5 diminta agar tetap mendorong dan memperhatikan pertumbuhan investasi lokal meskipun kecil supaya bisa menggerakan sektor riil di DIY di tengah pandemi. Hal tersebut sesuai dengan arahan Gubernur DIY yang menyatakan investasi di masa pandemi ini memang pastilah tidak ada yang besar, tetapi investasi kecil pun tetap bisa diandalkan.

” Kami ingin di setiap kabupaten/kota di DIY sudah memiliki Dinas Perizinan dan Penanaman Modal tidak hanya konsentrasi pada izin tetapi investasi lokal yang kecil pun harus diperhatikan. Sebab masyarakat butuh sektor riil segera bergerak,” ujar Mantan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan ini.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY tersebut menjelaskan selain mendorong teralisirnya penyaluran berbagai bantuan sosial paling lambat April 2021 mendatang guna menggerakan sektor riil, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota perihal perizinan. Jika izin ini bisa dikeluarkan dan tidak ditahan maka sektor riil akan segera bergerak. ” Apabila sektor riil bergerak maka sektor riil bisa bergerak, inilah yang dibutuhkan sekarang. Oleh karena itu, kami akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait supaya ada sinergitas dalam rangka memulihkan perekonomian DIY,” tandas Budi.

BERITA REKOMENDASI