PMU TP5 DIY Dukung Kajian Ulang Terintegrasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Project Management Unit Tim Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan (PMU TP5) DIY mendukung kajian ulang atau review desain pelabuhan Tanjung Adikarto yang belum bisa dioperasionalkan hingga saat ini. Pihaknya berharap agar pelabuhan ikan tersebut segera difungsikan dengan melakukan review secara terintegrasi, kemudian mampu mengantisipasi banjir Sungai Serang melindungi kawasan pantai di antara Sungai Bogowonto dan Serang serta Bandara Internasional Yogyakarta (BIY).

Koordinator PMU TP5 DIY Rani Sjamsinarsi menyampaikan Pemerintah Pusat meminta adanya kajian ulang desain pembangunan pelabuhan Tanjung Adikarto setidaknya tiga bulan kedepan. Kajian desain pembangunan pelabuhan Tanjung Adikarto pada 2003 lalu sudah ada, tetapi pada waktu itu belum ada BIY. Selain itu, pada waktu dibuat Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak terjadi banjir Serang kemudian hanya diperpanjang breakwater-nya pun belum ada bandara.

“Jadi kalau sekarang pusat minta dilakukan kajian ulang desain pelabuhan Tanjung Adikarto tidak hanya sekedar memperhatikan aspek keberadaan bandara sekaligus memperhitungkan apabila terjadi luapan atau banjir. Termasuk mengamankan pantai yang berada diantara Sungai Bogowonto dan Sungai Serang,” tuturnya kepada KRJOGJA.com di Yogyakarta, Selasa (16/03/2021).

Rani menjelaskan review desain pembangunan Tanjung Adikarto ini harus mempertimbangkan keberadaan bandara dan mengantisipasi luapan kedua sungai yang ada di sekitarnya. Selain itu, kajian ulang pembangunan pelabuhan yang terbengkalai bertahun-tahun ini harus tetap memperhatikan fungsi pelabuhan itu sendiri, supaya kapal dapat berlabuh atau pelabuhan tersebut dapat beroperasional.

“Sebagai PMU TP5, kami akan selalu mengingatkan agar review desain pembangunan pelabuhan Tanjung Adikarto segera diselesaikan. Kami selalu berkoordinasi dengan pusat agar kajian ulang segera diselesaikan sesuai target agar pelabuhan ikan yang digadang-gadang cukup lama ini bisa beroperasional segera,” tandasnya.

Mantan Plt Sekda DIY sekaligus Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY ini menekankan kajian ulang pembangunan pelabuhan Tanjung Adikarto tersebut harus terintegrasi dengan mempertimbangkan keberadaan BIY maupun potensi banjir dari sungai-sungai besar yang ada di kawasan tersebut. Dengan kajian ulang yang terintegrasi inilah, maka pembangunan pelabuhan Tanjung Adikarto tidak menimbulkan dampak atau permasalahan baru pada yang lainnya.

“Jadi kalau memperpanjang breakwater yang sekarang akan berdampak pada pantai yang ada di selatan. Sehingga kita ingin pantainya aman, banjir dapat diatasi dan pelabuhan bisa berfungsi,” pungkas Rani. (Ira)

BERITA REKOMENDASI