Polisi Bakal Razia Knalpot Blombongan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Pihak kepolisian akan melakukan razia terhadap sepeda motor yang menggunakan knalpot blombongan. Selain melakukan sosialisasi, polisi juga akan bertindak tegas dengan memberikan sanksi kepada pengguna knalpot blombongan.

Sanksi berupa pemberian surat bukti pelanggaran (tilang) dan ‘penyitaan’ terhadap sepeda motor. Sepeda motor bisa diurus, setelah pemiliknya menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Penggunaan knalpot blombongan pada sepeda motor dinilai memunculkan kebisingan dan kepanikan bagi pengendara lain. Akibat dari kepanikan tersebut, berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas), lantaran efek suara yang memekakkan telinga dan pemicu terjadinya deg-degan. Karena itu, perlu dilakukan penertiban dan pemberian sanksi terhadap semua jenis sepeda motor yang menggunakan knalpot blombongan.

Kasat Lantas Polres Bantul AKP Amin Ruwito SE SIK didampingi Kanit Laka Iptu Maryana SH, Sabtu (30/01/2021) menjelaskan penggunaan knalpot blombongan yang masuk kategori tidak standar merupakan pelanggaran terhadap pasal 285 Jo pasal 106 ayat 3 dan Jo pasal 48 ayat 2 dan 3 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Pelaku pelanggaran bisa dipidana kurangan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,” jelas Amin Ruwito.

Dijelaskan oleh Amin Ruwito, pihaknya banyak mendapat masukan dari masyarakat yang merasa ‘terganggu’ oleh suara knalpot blombongan yang memekakkan telinga. Terlebih lagi jika yang menggunakan knalpot tidak standar itu melaju di jalan raya secara berombongan, bisa dipastikan akan mengganggu arus lalu lintas.

Belum lagi jika sepeda motor itu melaju di gang-gang kampung/pedesaan, tentu akan semakin ‘heboh’. Terkait hal itu, jajaran Satlantas Polres Bantul bertekad untuk menertibkan sepeda motor yang menggunakan knalpot blombongan.

“Tidak ada cara lain selain memberikan surat bukti pelanggaran (tilang) kepada pengendaraanya dan mengamankan sementara waktu sepeda motornya,” tandas Amin Ruwito.

Razia terhadap sepeda motor yang menggunakan knalpot blombongan akan diintensifkan, dengan tujuan agar tercipta disiplin berlalulintas. Diharapkan, setiap pengendara sepeda motor menaati aturan dan tata tertib lalu lintas.

Setelah menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) setempat, pemilik sepeda motor bisa mengambil di Mapolres Bantul. Namun demikian, pemilik harus membawa knalpot asli untuk mengganti knalpot blombongan tersebut. Jika tidak membawa knalpot asli, sepeda motor tidak bisa diambil. Hal tersebut dimaksudkan untuk menimbulkan efek jera bagi pengendaraan sepeda motor yang menggunakan knalpot blombongan, sekaligus untuk menegakkan aturan yang tertera dalam UU No 22 Tahun 2009.

Dalam kesempatan sama, Amin Ruwito menyampaikan perlunya sepeda motor dilengkapi dengan lampu utama, lampu sign, lampu rem, dan spion. Keberadaan perlengkapan sepeda motor itu dimaksudkan untuk menjaga keamanan dan menciptakan kenyamanan, serta menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Selain masalah perlengkapan sepeda motor, perlu pula diperhatikan soal Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Kedua surat tersebut wajib dibawa oleh setiap pengendara sepeda motor. Semua syarat sebagaimana yang dimaksud tersebut tidak lain untuk menciptakan ketertiban, keamanan, keselamatan, dan kelancaran berlalulintas. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI