Polres Gunungkidul Uji Coba Kawasan Tertib Lalu-lintas

Editor: Ivan Aditya

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com – Jajaran Kepolisian Resor Gunungkidul beberapa hari ini melakukan ujicoba Kawasan Tertib LaluLintas (KTL) dan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran berlalu-lintas di jalan raya. Saat ini sepanjang Jl Mgr Sugijopranoto di ruas jalan nasional Baleharjo, Kecamatan Wonosari setiap pagi diberlakukan kanalisasi dan peruntukan jenis kendaraan bermotor. Untuk mobil menggunakan kanal dua arah dan sepeda motor diwajibkan untuk berkendara pada kanal samping kiri dan kanan.

”Kanalisasi ini kita buat yang tengah untuk mobil sedangkan tepi kanan kiri untuk motor dengan ketentuan arus lalu-lintas dua arah,” kata Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Anang Tri Nuvyanto.

Sementara di sepanjang ruas jalan yang dijadikan lokasi ujicoba KTL, juga dipasang traffic cone (perangkat pengatur lalu-lintas bersifat sementara) di setiap lajur jalan. Pada ruas jalur tersebut penerapan KTL bertujuan untuk membiasakan masyarakat agar tertib berlalulintas sehingga harapannya mampu menekan angka kecelakaan di Kabupaten Gunungkidul.

Baca juga :

Seru! Sopir Truk Tangki Pertamina Adu Ketangkasan di Rewulu
Cerita Althaf, Mahasiswa UGM Penyandang Tuna Rungu Raih Predikat Cumlaude

Kawasan tertib lalu-lintas ini merupakan upaya rekayasa lalu-lintas dengan memberikan sarana pembatas untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak saling serobot ketika berada di jalan. ”Kanalisasi ini kita ujicobakan kepada masyarakat untuk memberikan penyuluhan langsung dan pembiasaan dalam berkendara di jalan raya,” imbuhnya.

Dalam uji coba KTL ini, pihaknya juga melakukan penindakan pelanggaran lalu-lintas terutama yang kasat mata seperti tidak menyalakan lampu pada siang hari (Light on), spion dan penggunaan knalpot blombongan. Namun begitu, tidak semua dikenakan dengan bukti pelanggaran (tilang) dan beberapa pelanggar di antaranya dilakukan penindakan berupa teguran.

Teguran dilakukan baik dengan cara lisan, tertulis dan jika sudah beberapa kali tidak membuat patuh baru akan dilakukan tilang. ”Tidak semua pelanggar kita tindak dengan tilang, tetapi yang membahayakan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan kami tilang,” terangnya. (Bmp)

BERITA TERKAIT