Polri Didesak Tegakkan Hukum Secara Adil

YOGYA,KRJOGJA.com – Organisasi kepemudaaan nasional Pemuda Katolik Komisariat Cabang Gunungkidul, DIY, mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum Kepolisian RI bertindak adil dalam penanganan penegakan hukum tiga kasus yang belum menunjukkan progres memenuhui rasa keadilan. Ketiga kasus sudah ditangan kepolisian RI adalah kasus makar, menginaan lambang negara dan pornoaksi.

"Kami mendesak pemerintah khususnya Kapolri untuk kembali melanjutkan tiga proses hukum supaya tidak menjadi tunggakan kasus ditangan penyidik Polri sendiri," kata Ketua Pemuda Katolik Komcab Gunungkidul, FX Endro Tri Guntoro, usai mengikuti temu aktivis, Minggu, (14/5/2017)  di Yogyakarta.

Tiga kasus hukum dugaan makar, penodaan lambang negara, dan pornoaksi, menurut Endro, kunci tumbuhnya kepercayaan masyarakat secara utuh terhadap institusi kepolisian RI. Ia menyatakan, tidak mudah membangun kembali kepercayaan rakyat terhadap korp Polri penegak hukum itu.  

"Dengan dukungan kuat rakyat Kapolri Pak Tito ini harus bekerja sungguh-sugguh mewujudkan penegakan hukum yang adil tanpa tekanan dari mana pun agar kepercayaan rakyat pada Polri tidak pudar. Tentunya ini menjadi babak penentuan bagi baliau Kapolri," ujar Endro.

Endro mengingatkan, kepolisian RI tercatat pernah mengamankan 15 nama diduga terlibat aksi makar dalam dua kali penangkapan menjelang aksi bela islam. Adapun seorang lain bernama Rizieq Shihab yang telah dilaporkan putri presiden pertama Soekarno karena dugaan penodaan lambang negara.

Baru-baru ini Polri juga memeriksa seorang yang diduga mengenakan kaos bergambar presiden dan Gubernur DKI berbadan seekor babi. Tak kalah penting bagi penegakan keadilan, dugaan kasus porno tokoh agama melalui chat media sosial.  

Endro menilai, apabila dugaan pelanggaran hukum tersebut tidak segera disikapi secara serius pihak kepolisian, berdampak buruk merosotnya kepercayaan rakyat. Merosorotnya kepercayaan rakyat bukan saja kepada pimpinan kepolisian saat ini, melainkan juga kepada hukum Indonesia. Pasalnya, polri berada di garda depan penegakan hukum dan perwujudan keadilan bagi rakyat Indonesia.

Pemuda Katolik Komcab Gunungkidul telah menyerukan seluruh elemen masyarakat mengajak kekuatan persatuan nasional dari pusat hingga desa untuk dapat menempatkan Pancasila sebagai pandangan, sikap, dan tindakan, dalam menjaga kemajemukan NKRI. Endro mengajak kekuatan jejaring rakyat sipil harus terus diperkuat kembali dalam mendukung Pancasila serta merawat keberagaman Indonesia dengan aksi-aksi nyata ditengah masyarakat. (*)

BERITA REKOMENDASI