PON Papua Diundur, Taekwondoin DIY Tambah Matang

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebanyak tujuh taekwondoin DIY yang lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Oktober 2021 pada saat pandemi covid-19 kali ini tetap menjalankan latihan mandiri di tempat latihan (rumah) masing-masing. Tapi sebelum penyebaran pandemi covid-19 puslatda dilangsungkan di Gedung Juang, Jalan Kusumanegara Yogya. Latihan mandiri para atlet taekwondo PON DIY ini di monitor tim pelatih lewat video.

“Namun demikian latihan sesekali berlangsung secara life untuk menghindari kejenuhan atlet dan mengoptimalkan sistem kepelatihan,” ujar Hartanto SE SH MHum, selaku Ketua umum (Ketum) Pengda Taekwondo Indonesia (TI) DIY di Yogya, Senin (4/5).

Lebih lanjut dikatakan, dengan mundurnya pelaksanaan PON XX Papua dari Oktober 2020 menjadi Oktober 2021, memang diakui menyedot anggaran yang cukup banyak, tapi dari sisi yang lain untuk kesiapan atlet pihaknya berharap bukan menyebabkan atlet menjadi jenuh, namun sebaliknya akan menjadikan kualitas atlet taekwondo PON DIY tambah matang. “Karena kalau PON Papua tetap dilaksanakan Oktober 2020 akan terlalu beresiko dan juga berakibat kurang optimalnya segala sesuatu dalam pelaksanaan pertandingan,” paparnya.

Menurut Hartanto dalam babak kualifikasi PON di Banten 2019 lalu, Pengda TI DIY sebenarnya meloloskan sebanyak sembilan atlet putra dan putri. Tapi dari dari sembilan atlet yang lolos itu, yang didanai KONI DIY hanya tujuh atlet, sedangkan yang dua atlet lainnya biaya mandiri.

“Di PON Papua nanti kami ditarget merebut dua medali emas. Dari dua medali emas tersebut yang berpotensi merebut meraih medali emas yaitu dari kategori kyorugi (pertarungan) putra, kyorugi putri dan poomsae (jurus) beregu putri,” terangnya.

BERITA REKOMENDASI