Ponpes di DIY Berharap Bisa Akses Dana Keistimewaan

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Kontribusi Pondok Pesantren (Ponpes) bagi pendidikan di negeri ini sangat besar, tak kalah dibanding lembaga pendidikan formal. Bahkan Ponpes memiliki banyak keunggulan di bidang ilmu agama dan pembentukan budi pekerti yang belum tentu dimiliki sekolah formal. 

"Output Ponpes tidak kalah dengan sekolah formal. Para santri kami juga unggul di bidang sains dan teknologi," terang Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) DIY yang juga Pengasuh Ponpes Al-Imdad Bantul KH Habib Syakur dalam acara diskusi bersama Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas di Kraton Kilen Yogyakarta, Sabtu (3/6/2017).

Menurut Syakur, selain konsern di bidang pendidikan, Ponpes di DIY juga mengembangkan kebudayaan seperti melestarikan Kitab Arab Pegon (Arab Jawa), membudayakan penggunaan bahasa Krama Hinggil di kalangan santri, Salawatan Jawa dan lain-lain. Namun demikian, dukungan pemerintah terhadap Ponpes masih minim, sehingga Ponpes harus memenuhi kebutuhannya secara mandiri, dan belajar dengan fasilitas seadanya. "Padahal Ponpes menjadi salah satu indikator pembangunan manusia, dengan menjadikan manusia Indonesia yang salih dan berbudi pekerti luhur," katanya. Di DIY ada sekitar 258 Ponpes.

Syakur berharap, Ponpes diberi prioritas untuk bisa mengakses Dana Keistimewaan (Danais), mengingat dari sejarah, keberadaan Ponpes di DIY tidak bisa dilepaskan dengan Kraton. Selain itu, FKPP DIY berharap ada SK dari Gubernur DIY untuk kepengurusan organisasi FKPP DIY. Hal ini sangat penting agar FKPP DIY bisa berkoordinasi dengan SKPD di Pemda.   

Menurut Syakur, banyak event santri di tingkat DIY yang belum berjalan optimal, disebabkan SKPD tidak bisa berkoordinasi dengan FKPP DIY yang belum memiliki SK dari gubernur. Misalnya, event peringatan Hari Santri, kemah santri, pekan olah raga santri dan lain-lain. "Kami sangat mengharapkan mendapat SK dari gubernur, karena FKPP kabupaten/kota sudah mendapat SK dari bupati/walikota," harap Syakur. 

Sementara Pengasuh Ponpes Al-Mumtas Patuk Gunungkidul KH Khoiron Marzuki mengatakan, Ponpes juga mengembangkan jiwa entrepreneur di kalangan santri dengan membuat unit produksi. Hanya saja saat ini masih terkendala perihal perizinan pendirian koperasi untuk mengembangkan usaha. Marzuki berharap mendapatkan kemudahan perizinan serta didampingi dalam hal mendapatkan pasar. 

GKR Hemas berjanji akan membantu memajukan Ponpes di DIY. Menurut Hemas, soal akses danais, akan dipertemukan dengan Pemda DIY untuk dibicarakan mekanismenya. Sementara soal SK FKPP DIY akan segera dikomunikasikan dengan gubernur dan soal perizinan akan diberikan pendampingan. "Untuk peringatan Hari Santri di DIY, saya sendiri besok yang akan mengawalnya," pungkasnya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI