Portal Berita Online Tak Menghancurkan Media Cetak

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tantangan bagi pengelola media cetak semakin rumit. Ditengah maraknya perkembangan jumlah media online, masyarakat mengalami penurunan daya beli terhadap media cetak.

"Tantangan bagi media cetak saat ini adalah pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya terjadi di daerah tapi juga nasional. Daya beli mereka terhadap media ikut melemah. Saat daya beli melemah, daya baca juga melemah," ujar Ketua Bidang Anggota Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat Syafrudin dalam Musyawarah Cabang SPS DIY di Aula Kantor PT BP Kedaulatan Rakyat, Jumat (25/08/2017).

Tantangan tersebut semakin terasa ketika melihat banyaknya masyarakat yang mengirim berita melalui media sosial seperti Whatsapp, Twitter, dan Instagram. Dengan fenomena tersebut berita seakan tak perlu dijual lagi, sementara itu pengelola media cetak masih harus bertahan untuk mengatur strategi penjualan. "Hampir semua media cetak yang tergabung dalam SPS mengalami penurunan penjualan yang luar biasa," paparnya.

Tantangan kedua yang dihadapi media cetak adalah munculnya media online dalam jumlah tak terbatas. Banyak pengelola media cetak yang menganggap media online adalah sebuah ancaman. "Tapi sampai sekarang juga tidak terbukti kalau online menghancurkan cetak," jelas Syafrudin.

Ia menekankan media online pun juga mengalami tantangan yang tak kalah berat dari media cetak. Di tengah maraknya penggunaan media sosial, media online harus bersaing dengan masyarakat yang menyebarkan berita hoax di media sosial. "Selain itu, media online itu memang pengeluarannya kecil, tapi pemasukannya juga kecil," jelasnya.

Untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut, Syafrudin berharap agar anggota SPS Cabang Yogyakarta mampu untuk saling bergotong royong agar perusahaan pers dapat berjalan lebih baik lagi. Terlebih dalam hal memerangi berita hoax yang sedang sangat laku di masyarakat luas. (Mg-07)

BERITA REKOMENDASI