Positif Corona Jogja Melonjak, Sultan: Kuncinya Disiplin, Wis Dirumah Saja!

Editor: KRjogja/Gus

“Kalau masyarakatnya tidak mau tertib sesuai protokol kesehatan, penularan akan terus terjadi. Sebetulnya Covid-19 ini cara mengatasinya murah, tinggal di rumah, wis, sudah itu saja. Tetapi selama tidak pernah mau mengikuti aturan itu, hanya sesuai keinginan sendiri, tidak mendisiplinkan diri, ya selamanya tidak pernah akan selesai,” ujar Sultan.

Hal senada disampaikan Sekda DIY Kadaramanta Baskara Aji. Menurutnya, lonjakan kasus positif Covid-19 di DIY akan menjadi bahan evaluasi Pemda maupun Tim Gugus Tugas Covid-19. Kendati demikian belum ada rencana untuk mengajukan PSBB. Karena sebelum mengajukan PSBB banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Di antaranya proses persebarannya, transmisi lokal, keadaan ekonomi, serta beberapa hal lainnya. Jadi untuk mengantisipasi penyebaran yang terpenting adalah masyarakat mau berada di rumah, tidak ke mana-mana.

Mengingat target ke depan tidak selalu menyoal PSBB, opsi lain menurut Aji adalah melakukan ‘rapid test’ massal lanjutan di berbagai tempat. “Mungkin nanti karantina mandiri akan kami evaluasi. Apakah karantina (isolasi) mandiri di rumah itu sudah efektif atau belum. Kalau belum kita pikirkan supaya setiap RW, desa, dusun punya tempat karantina sehingga pengawasan lebih maksimal. Karena ada kecenderungan penularan dalam satu keluarga,” jelas Baskara Aji.

Sekda DIY mengatakan, Gubernur DIY telah memerintahkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan TNI/Polri untuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap kerumunan. “Satu-dua orang, lima orang sudah kita minta untuk tidak (berkerumun). Kalau kita lihat di DIY, ada kecenderungan eskalasi orang di jalan pada saat jam-jam bekerja, tetapi di jam-jam yang lain masyarakat sudah banyak untuk tidak berkumpul. Justru yang harus kita waspadai pasar-pasar, tempat-tempat perbelanjaan, karena orang berkepentingan di situ dalam rangka membeli kebutuhan sehari-hari,” ucapnya. (Ria)

BERITA REKOMENDASI