Potensi Bencana Iklim di Indonesia Tinggi, Pemahaman PPL Perlu Ditingkatkan

YOGYA, KRJOGJA.com – Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi bencana iklim tinggi. Bencana iklim ini berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan. Salah satu dampak yang merasakan adalah sektor pertanian. Jika iklim ekstrem sedang terjadi, maka petani akan merasakan dampaknya sehingga bisa mengakibatkan kegagalan panen, untuk itu perlu pembelajaran tentang iklim bagi para petani. 

"‎Lewat sosialisasi informasi cuaca dan iklim ini kami berharap bisa meningkatkan pemahaman Penyuluh Pertanian‎ Lapang (PPL) dan Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT). Dengan begitu, saat terjadi kondisi iklim yang berubah-ubah, petani dapat mengantisipasi atau mengatasi masalah iklim tersebut, lebih awal," kata Kepala Stasiun Klimatologi Mlati, Reni Kraningtyas MSi dalam acara sosialisasi Agroklimat di Hotel Horaios Malioboro, Rabu (14/8/2019).

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh 17 PPL dan 9 POPT, serta dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Ir Muh Aris Nugroho MMA.

Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG pusat, Drs Herizal MSi mengungkapkan, kegiatan sosialisasi Agroklimat cukup efektif untuk mewujudkan ketahanan pangan. Mengingat ‎sektor pertanian adalah salah satu sektor yang banyak terdampak dari adanya perubahan iklim. 

Dengan adanya sosialisasi tersebut, pemahaman masyarakat terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan iklim akan bisa diantisipasi lebih awal. Sehingga adanya kerugian atau puso yang biasa terjadi saat musim kemarau bisa minimalisir.

"Iklim merupakan faktor yang sangat menentukan produksi pertanian. Jadi saya minta untuk mengantisipasi adanya gagal panen, petani perlu memperhatikan perubahan iklim. Pasalnya jika perubahan iklim tidak diantisipasi bisa berdampak pada ketahanan pangan secara umum. Supaya hal itu tidak terjadi, pemahaman petani dan PPL soal iklim perlu ditingkatkan," tambahnya. (Ria)

BERITA REKOMENDASI