Potensi Ekonomi Syariah Bagi Bangsa

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pandemi Covid-19 membawa guncangan hebat pada perekonomian global dan domestik. Meskipun semua bidang terkena imbasnya namun ekonomi syariah mampu bertahan ditengah krisis pandemi serta mengalami pertumbuhan melebihi ekonomi konvensional. Dengan berlandaskan pada syariat islam model perekonomian ini dinilai lebih ampuh di situasi krisis.

Dosen Ekonomi Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Lailatis Syarifah MA menilai bahwa konsep ekonomi syariah tentunya akan memberi kemudahan dan membantu perekonomian umat disituasi krisis seperti saat ini. Nilai-nilai yang terkandung pada ekonomi syariah tidak sekadar persoalan untung dan rugi, pinjam meminjam, tetapi menjaga hubungan sesama manusia dengan perasaan suka sama suka.

“Pada dasarnya hubungan ekonomi itu mengatur hubungan dengan manusia, atau yang disebut hubungan muamalah, dan pada dasarnya semua cara boleh dilakukan hanya saja perlu meghindari beberapa hal seperti perbuatan zolim, riba, gharar dan maysir, maka dalam tindakan mencapai kesejahteraan itu tidak boleh bersifat zolim atau merugikan orang lain justru harus bersifat mensejahterakan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Dijelaskan olehnya bahwa tujuan ekonomi syariah ini adalah memberikan kesejahteraan sesama manusia dengan tidak menggunakan cara zolim dan merugikan orang lain. Seperti pada situasi pandemi saat ini, ditengah kesulitan masyarakat terhadap perekonomian ekonomi syariah memberi bantuan tanpa membebani peminjam.

Menyediakan layanan zakat dan wakaf yang disalurkan pada masyarakat yang membutuhkan, sehingga roda perekonomian tidak berputar hanya pada orang orang yang memiliki uang saja. Melihat dari potensi ekonomi syariah ternyata sejalan dengan meningkatnya peminat mahasiswa memilih jurusan Ekonomi syariah.

Latis yang juga merupakan sekprodi ekonomi syariah menyebutkan bahwa ekonomi syariah menjadi prodi dengan peminat mahasiswa terbanyak tahun ini di UIN Sunan Kalijaga. Menurutnya prospek masyarakat untuk mendalami sistem perekonomian syariah sangat luas.

Dijelaskan pula oleh Latis ekonomi syariah bukan hanya sekedar bank tetapi merupakan sebuah sistem positif yang bisa digunakan untuk mengembangakan perekonomian. Sejalan dengan program yang sedang dioptimalkan oleh pemerintah yakni wakaf uang menjadi salah satu upaya untuk pemberdayaan masyarakat terhadap dana wakaf.

Gerakan wakaf ini bisa menjadi energi bangkitnya perekonomian. Melihat potensi wakaf yang dihasilkan bisa mencapai 180 Triliun per tahun.

Meskipun masyarakat muslim adalah masyarakat mayoritas di Indonesia namun pengguna ekonomi syariah masih sedikit yaitu sebesar 30 juta dari 180 juta umat muslim, oleh karena itu perlu pengenalan lebih mendalam kepada masyarakat tentang ekonomi syariah.

Alda Febrinela
Mahasiswa Komunikasi dan Penyaiaran IslamUIN Sunan Kalijaga

BERITA REKOMENDASI