Potensi Kasus Kebakaran di Kota Yogya Tinggi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Potensi kasus kejadian kebakaran di Kota Yogya dinilai masih tinggi seiring belum berakhirnya musim kemarau. Sejak Januari hingga September pun sudah terjadi 50 kali kejadian kebakaran. Mayoritas disebabkan hubungan pendek arus listrik.

Kepala Dinas Kebakaran Kota Yogya Nur Hidayat, mengungkapkan musim kemarau turut memicu tingginya potensi kasus kebakaran. "Selama musim kemarau kondisi bangunan, ilalang atau pohon lebih kering sehingga mudah mengantarkan panas. Mungkin saja, ini yang menyebabkan kejadian kebakaran pun meningkat saat kemarau," jelasnya.

Baca juga :

Tol Trans Jawa Percepat Pengiriman Ekspedisi
Pemanfaatan Benih Padi Hibrida Belum Maksimal

Sepanjang September saat puncak kemarau, tercatat ada 12 kali kejadian kebakaran. Hal itu pun tidak hanya menimpa rumah atau bangunan melainkan juga kebun kosong.

Sementara pada awal Oktober sudah terjadi empat kasus kebakaran. Dalam setahun, ratarata kasus kebakaran di Kota Yogya tidak lebih lebih dari 60 kasus.

Selain disebabkan hubungan pendek arus listrik, faktor lain yang juga kerap menjadi penyebab kebakaran adalah pembakaran sampah, dan kelalaian warga dengan meninggalkan kompor saat masih menyala. Guna menekan potensi bahaya kebakaran, pihaknya akan rutin melakukan edukasi dan penyuluhan ke warga, masing-masing 60 kali kegiatan dengan berbagai sasaran termasuk tim penggerak PKK.

Selain itu juga dilakukan simulasi kejadian kebakaran untuk meningkatkan respons dan kesiapsiagaan masyarakat saat melakukan penanganan kebakaran. "Masih ada warga yang kurang memperhatikan instalasi listrik. Misalnya menumpuk banyak saklar dalam satu tempat. Tahun lalu bahkan ada kejadian kebakaran yang disebabkan telepon selular saat diisi daya," imbuhnya.

Sedangkan terkait kesiapan sarana dan prasarana, Nur Hidayat mengatakan, saat ini pihaknya memiliki 12 armada pemadam kebakaran. Akan tetapi ada satu armada tidak lagi dapat digunakan karena termakan usia. Dari sisi anggaran, ia memastikan jika sisa anggaran pada triwulan keempat 2019 masih cukup untuk operasional hingga akhir tahun.

"Yang justru perlu diperhatikan adalah ketersediaan air saat musim kemarau seperti sekarang. Namun, 16 titik penampungan air yang kami miliki selalu penuh. Sumber air untuk mengisi penampungan berasal dari PDAM Tirtamarta," tandasnya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI