Potensi Longsor Susulan, Warga Minta Kondisi Makam Diperbaiki

YOGYA (KRjogja.com) – Selain bau menyengat yang ditimbulkan dari longsoran makam Petinggen, kini warga juga diliputi kekhawatiran adanya longsor susulan di lokasi tersebut. Pasalnya, pasca jebolnya talud Jumat (4/11/2016) lalu tak ada lagi penyangga tanah makam yang memang berada di atas pemukiman warga tersebut.

Baca: Tebing ambrol, makam – makam bergelimpangan

Mortadho Ketua RW 08 Karangwaru Tegalrejo Kota Yogyakarta yang berbatasan langsung dengan makam kepada KRjogja.com Senin (7/11/2016) mengatakan kini warga yang sebagian masuk Sleman dan sebagian Kota Yogyakarta merasa was-was dengan keadaan talud yang kini telah ambrol. Perasaan ketakutan tersebut semakin menjadi kala hujan mulai turun.

"Kemarin saat kejadian seluruh relawan hanya bisa mencegah dengan memberikan penahan bambu saja tapi melihat bagaimana jebolnya, tidak bisa berbuat apa-apa. Sekarang warga sekitar 20 orang di bawah makam was-was kalau hujan mulai turun, bisa longsor lagi karena tanah makam tidak ada penahannya lagi," ungkapnya.

Murtadho mengakui lambatnya bantuan disebabkan karena pemakaman tersebut berada di perbatasan antara Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. "Kami sempat minta bertemu Wakil Bupati Sleman Bu Muslimatun tapi gagal, mau ke Kota pun mendapatkan fakta kalau sekarang makam masuk ke wilayah Sleman, padahal penanganan ini segera harus dilakukan," imbuhnya.

Surat (80) yang tinggal di kawasan bawah makam tersebut mengaku benar-benar takut saat malam mulai menjelang terutama saat cuaca mendung. "Kami bukan takut mayatnya, tapi takut kesehatan karena bau menyengat dan kalau terjadi longsor susulan, itu saja," ungkapnya.

Warga pun mengharap segera ada perhatian riil pemerintah daerah pada bencana longsor tersebut. "Hasil diskusi relawan, satu-satunya cara dengan membangun ulang talud satu meter demi satu meter hingga tertutup, tapi ini harusnya pemda turun tangan jangan Sleman oran ngakoni, Kota lali," pungkas Murtadho. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI