Potret Kaum Marginal Asia Tenggara di Biannale Jogja

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Biennale Jogja XV Equator #5 hadir kembali dengan menyuguhkan potret tentang Pinggiran di Negara-negar Asia Tenggara. Even tahun ini mengangkat tema 'Do we live in the same PLAYGROUND?'. 'Playground' merupakan alegori dari ruang ekspresi yang tampak menyenangkan tapi ternyata memiliki banyak persoalan di dalamnya.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Yayasan Biennale Yogyakarta, Alia Swastika dalam acara pembukaan Biennale Jogja, Minggu (20/10/2019) di Jogja National Museum (JNM) dengan dihadiri oleh Bekraf, Dinas Kebudayaan DI Yogyakarta dan puluhan seniman seperti seperti Arham Rahman dan Akiq AW dari Indonesia dan Penwadee Nophaket Manont dari Thailand yang dipilih menjadi kurator utama.

"Dalam acara pameran seni ini, terlibat 52 seniman dari berbagai negara yang merupakan penggiat kaum marginal," jelasnya

Karya seni dari seniman ini ingin menunjukkan bahwa pinggiran bukan sekedar soal geografis saja akan tetapi juga subjek atau komunitas yang tidak diuntungkan atau dirugikan secara ekonomi-politik dalam struktur masyarakat tertentu. Hal ini diungkapkan oleh Tim Kurator Biennale Jogja 2019 dalam sebuah tulisan memahami pinggiran di depan pintu masuk area pameran Taman Budaya Yogyakarta (TBY). (Fatimah Arum Utari)

BERITA REKOMENDASI