PPDB di DIY Harus Adil, Nilai Gabungan Formulasi Paling Tepat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi, setiap tahun masih saja menuai pro-kontra dari berbagai pihak. Terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, semakin banyak yang menanyakan bagaimana sistem seleksi PPDB yang terbaru agar terwujud keadilan serta kompetisi yang sehat.

Kabid Perencanaan dan Pengembangan Mutu, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya MPd MM mengatakan, permasalahan PPDB di masa pandemi kali ini lebih spesifik lagi, terutama soal alat seleksinya. Merujuk Permendikbud 44 tahun 2019 dan SE Mendikbud No 4 tahun 2020 bahwa alat seleksi untuk jalur zonasi adalah jarak tempat tinggal dalam zonasi, usia calon siswa (casis) dan waktu mendaftar.

Menurut Didik, jika alat seleksi menggunakan jarak tempat tinggal seperti di Permendikbud diterapkan di DIY, hal itu akan menimbulkan masalah karena letak sekolah di DIY sangat tidak merata. Ada kecamatan yang tidak memiliki sekolah SMA/SMK sehingga kalau alat seleksinya murni dengan jarak maka, anak-anak yang jauh sampai kapanpun tidak akan pernah mampu bersaing.

Demikian juga soal usia casis, ada banyak siswa di DIY yang mengikuti program akselerasi sehingga lulus SMA lebih cepat (usia 14 tahun sudah lulus). Sehingga kalau menggunakan usia sebagai alat seleksi, anak-anak ini akan kesulitan bersaing.

“Jadi di daerah perlu dilakukan modifikasi aturan sesuai kebutuhan daerahnya masing-masing,” terang Didik dalam Webinar bertema ‘Problema PPDB DIY di Saat Pandemi Covid-19’ yang diselenggarakan oleh KRJOGJA.com, Jumat (12/06/2020).

BERITA REKOMENDASI