PPKM Berbasis Mikro di DIY Bisa jadi Role Model

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di DIY mulai 9 hingga 22 Februari 2021 dinilai bisa menjadi role model jangka panjang penanganan Covid-19 berjenjang hingga tingkat Rukun Tetangga (RT) nantinya. Hal tersebut didukung evaluasi hasil pengetatan pengawasan terhadap pelaku perjalanan di tiga perbatasan DIY selama libur Imlek pada Kamis (11/02/2021) hingga Minggu (14/02/2021) lalu.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY Noviar Rahmad mengatakan DIY telah melakukan pengetatan pengawasan pada pelaku perjalanan di tiga titik perbatasan DIY yaitu Temon, Prambanan dan Tempel dalam rangka liburan Imlek. Operasi pengawasan pelaku perjalanan tersebut dilakukan lintas Organisasi perangkat Daerah (OPD) berupa Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP serta melibatkan aparat TNI/Polri setempat.

“Dari hasil operasi pengawasan pelaku perjalanan selama 4 hari tersebut dilaporkan jumlah kendaraan yang diperiksa secara random di tiga titik pos sebanyak 1.202 kendaraan. Selanjutnya dari total jumlah kendaraan yang diperiksa sebanyak 120 kendaraan melanggar protokol kesehatan, 207 kendaraan diminta putar balik dan 112 kendaraan difasilitasi rapid antigen di tempat,” tutur Noviar di Komplek Kepatihan, Selasa (16/02/2021).

Noviar menyampaikan berdasarkan laporan tersebut, pihaknya menilai ternyata pelaku perjalanan yang masuk ke DIY masih banyak yang belum memenuhi ketentuan membawa surat keterangan kesehatan bebas Covid-19. Namun setidaknya tidak ditemukan pelaku perjalanan yang positif virus Korona selama liburan Imlek di DIY.

“Dalam SE itu tercantum kebijakan khusus yang mengatur pelaku perjalanan jarak jauh darat dan menggunakan moda kereta api dan kendaraan pribadi selama libur panjang atau libur keagamaan. Kita tetap mengacu kebijakan Pemerintah Pusat kedepannya,” tandasnya.

Selain itu, Noviar mengungkapkan apabila kebijakan PPKM berbasis mikro dinyatakan efektif maka dimungkinkan bisa menjadi untuk pengawasan berjenjang hingga tingkat RT dalam penanganan pandemi Covid-19. Meskipun kebijakan pembatasan tersebut diberlakukan sampai 22 Februari 2021 mendatang, kemungkinan bisa menjadi role model jangka panjang.

“Kebijakan PPKM berbasis mikro ini bisa menjadi role model apabila tren kasus terkonfirmasi positif menurun, angka kesembuhan naik, angka kematian berkurang dan angka ketersediaan Tempat Tidur bertambah,” tambahnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI