PPKM Darurat Demi Kepentingan Bersama, Tidak Perlu Khawatir Mengenai Stok Beras

Editor: Ivan Aditya

SEJAK Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, 3 Juli 2021, tidak bisa dipungkuri berdampak pada sektor sosial dan ekonomi masyarakat. Pembatasan aktivitas masyarakat secara otomatis mempengaruhi dinamika ekonomi sosial, terutama di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Kebijakan pemerintah pusat menerapkan PPKM Darurat demi mencegah atau menghentikan pergerakan virus korona, berimplikasi pada ‘goyahnya’ sebagian sektor kehidupan.

Para pelaku usaha menengah ke bawah, mulai dari pedagang kaki lima (PKL), pedagang angkringan, pedagang lesehan, dan beberapa sektor jasa seperti tukang tambah ban, dan pedagang BBM eceran merasakan benar bagaimana hampir selama tiga minggu tidak bisa menjalankan aktivitas ekonomi sebagai penopang kehidupan sehari-hari. Mereka hanya bisa ‘gigit jari’ ketika Presiden RI Joko Widodo mengeluarkan pernyataan tentang perpanjangan PPKM.

Sebenarnya pemerintah tidak asal mengeluarkan kebijakan, melainkan juga disertai dengan beberapa pendampingan, salah satunya dikucurkannya bantuan sosial (bansos) berupa kucuran bantuan sosial tunai (BST) dan pembagian paket sembako. Beberapa lembaga pemerintah/swasta, selama pandemi Covid-19 dan diterapkannya PPKM Darurat silih berganti mengucurkan bantuan kepada masyarakat, terutama yang terdampak pandemi Covid-19, langsung maupun tidak langsung.

Salah satu institusi yang berada di garis depan dalam pencegahan penyebaran virus korona adalah kepolisian. Jajaran kepolisian mulai dari Mabes Polri, Polda, Polrestabes/Polresta/Polres, dan Polsek se-Indonesia serentak bergerak untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona.

Diawali dengan penegakan yustisi, sosialisasi protokol kesehatan (prokes), vaksinasi massal, dan bakti sosial (baksos) berupa pembagian sembako. Jajaran kepolisian secara marathon melakukan kegiatan sosial yang berupaya meringankan beban yang disandang masyarakat.

Polres Bantul, Polda DIY yang dipimpin Kapolres AKBP Ihsan SIK serius berusaha mewujudkan upaya menyelamatkan masyarakat dari serangan virus korona, mulai dari penyekatan jalan, vaksinasi massal, hingga bakti sosial berupa pembagian paket sembako (beras, gula, minyak goreng, kecap, mie instan, dan roti). “Tidak perlu khawatir, tidak mungkin masyarakat akan kelaparan,” tandas Ihsan, pada setiap kegiatan pembagian sembako di sejumlah tempat di wilayah Bantul.

Secara khusus Ihsan membentuk tim untuk merealisasi kepedulian jajaran Polres Bantul membantu masyarakat lepas dari ‘jeratan’ virus korona. Mulai dari Kasat Lantas AKP Gunawan Setiyabudi SH MH, Kanit Laka Lantas Iptu Maryono SH, Kaur Binops Lantas Iptu Effendi S SH, dan Kanit Regident Lantas Ipda Wasito, semua diberdayakan untuk melayani dan membantu masyarakat. Pendirian Pos PPKM di beberapa tempat langsung dijadikan ‘andalan’ untuk mewujudkan sinergitas antara jajaran Polres Bantul dengan masyarakat.

Kepada KRJOGJA.com, Selasa (27/07/2021) Ihsan menyampaikan pihaknya berusaha menghapus kekhawatiran masyarakat mengenai dampak diterakannya PPKM Darurat, yakni akan terjadi kekurangan persediaan beras untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ditegaskan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengucurkan bantuan beras secara serentak ke seluruh Polda se-Indonesia.

Selanjutnya bantuan beras itu didistribusikan melalui Polrestatabes/Polresta/Polres se-Indonesia kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Melalui Program ‘Kita Indonesia’, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyalurkan 475.420 paket beras dan 2.471.219 kg kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 di Indonesia.

Tidak berlebihan jika Ihsan menegaskan kepada masyarakat, tidak perlu khawatir perihal persediaan beras. Melalui polsek-polsek yang ada di jajaran Polres Bantul pembagian paket sembako disalurkan. Mengenai penerima paket sembako, terlebih dahulu dilakukan pendataan oleh pihak-pihak yang berkompeten. Tujuannya, agar bantuan tidak salah sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

Apa yang dilakukan Kapolres Bantul AKBP Ihsan SIK mendapat dukungan dari Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi SIK MH MSi. Bentuk dukungan diwujudkan dengan turut mengecek Pos Terpadu yang didirikan oleh Polres Bantul, mulai dari di Pos Terpadu Pasar Bantul, Pos Terpadu Pasar Niten. hingga Pos Terpadu Srandakan.

Iwan Saktiadi juga menyempatkan diri datang ke Tempat Pembuangan AKhir Sampah (TPAS) Piyungan, Bantul untuk menyalurkan bantuan sosial. Bantuan sosial diberikan kepada warga yang menjalani isoman maupun warga yang terdampak pandemi Covid-19.

“Orientasi utama kita adalah membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 dan PPKM Darurat, terutama masyarakat yang menjalani isolasi mandiri (isoman),” ujar Iwan Saktiadi ketika meninjau Pos Terpadu Pasar Bantul.

Iwan Saktiadi sependapat dengan yang disampaikan Kapolres Bantul, masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya bahaya kelaparan, karena Polri siap membantu masyarakat dalam penyediaan beras. Kepada masyarakat yang menjalani isolasi, berdasar data yang ada di Polsek dan Kecamatan pasti akan mendapat bantuan dari pemerintah.

KJarena itu, Iwan Saktiadi mengimbau masyarakat yang menjalani isoman melapor kepada perangkat desa (kelurahan) agar segera ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait. Intinya, Polri akan tetap berada di garis depan dalam upaya mencegah penyebaran virus korona demi kesehatan dan keselamatan masyarakat. (Haryadi/Judiman)

BERITA REKOMENDASI