PPKM DIY Turun Level, Momentum Perluas Kegiatan Ekonomi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemerintah kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel. DIY kini menjadi wilayah yang mengalami penurunan level PPKM dari level 3 menjadi level 2.

Penurunan level PPKM di DIY harus disikapi dengan bijak oleh semua kalangan dari berbagai aspek maupun sisi baik kesehatan, ekonomi, sosial dan sebagainya, termasuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga pelaku industri pariwisata.

Demikian disampaikan Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Y Sri Susilo kepada KRJOGJA.com di Yogyakarta, Rabu (20/10/2021). Dari sisi kesehatan penerapan protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan dengan disiplin dan ketat. Sedangkan dari sisi ekonomi menjadi kesempatan bagi Pemda untuk membuka dan memperluas kegiatan ekonomi secara bertahap.

“Pelaku UMKM adalah penggerak roda perekonomian di DIY selama ini, kontribusinya cukup besar karena mayoritas pelaku UMKM mendominasi sektor usaha di DIY. UMKM pun tidak luput terdampak pandemi Covid-19 ditambah dampak adanya kebijakan pembatasan. Maka dengan adanya pelonggaran kebijakan dengan penurunan level PPKM di DIY yang sudah menjadi level 2 harus disikapi dengan bijak,” tuturnya.

Susilo menyatakan pemerintah telah menggulirkan skema program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sejak awal pandemi tahun lalu, namun program ini dinilai belum cukup guna pemulihan ekonomi. Skema PEN masih tetap diperlukan tetapi harus disertai dengan beberapa kebijakan teknis di tingkat mikro, semisal kemudahan bagi UMKM untuk berjualan di lokasi tertentu dimana sebelumnya di lokasi tersebut selama PPKM level 4 dan level 3 dilarang berjualan.

“Selain skema PEN, Pemda DIY juga telah memberikan beberapa bantuan, hibah maupun insentif sebagai stimulus bagi UMKM di DIY agar segera bangkit kembali. Tetapi perlu ditekankan dan dengan sasaran penyaluran bantuan kepada UMKM melalui berbagai skema ini harus tepat sasaran baik pelaku usaha maupun jenis usahanya,” tandasnya.

Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta tersebut sekaligus berharap penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin harus terus dilakukan seiring dibukanya destinasi wisata di wilayah PPKM level 2. Meskipun sudah diizinkan untuk beroperasional, pihaknya mengingatkan destinasi wisata yang buka kembali harus memenuhi aturan wajib yang dipersyaratkan seperti wajib mempunyai QR Code Peduli Lindungi dan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Faktanya di lapangan selama DIY saat berstatus PPKM level 3, beberapa destinasi wisata yang buka cenderung abai terhadap protokol kesehatan khususnya ketidakdisiplinan menggunakan masker. Belum lagi banyak tempat wisata yang buka padahal belum diizinkan sehingga patut menjadi evaluasi tersendiri bagi Pemda. Jangan sampai ancaman gelombang ketiga Covid-19 terjadi. Butuh kesadaran bersama semua pihak, kita tidak ingin DIY naik level lagi,” tegas Susilo. (Ira)

BERITA REKOMENDASI