PPKM Tahan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi DIY Triwulan III 2021

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan Berlevel memberikan dampak langsung bagi perekonomian DIY. Dampak PPKM Darurat dan Level 4 menyebabkan pertumbuhan ekonomi DIY tertahan lebih dalam dibandingkan dengan Nasional. Pada triwulan III 2021, ekonomi DIY tumbuh 2,3 persen (yoy) yang melambat dibandingkan dengan triwulan II 2021 yang tumbuh 11,8 persen (yoy).

Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Mainil Asni mengatakan perekonomian DIY triwulan III 2021 terhadap triwulan III 2020 (yoy) tumbuh 2,30 persen. Kondisi ini mencerminkan kondisi yang lebih baik jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi 2,98 persen. Jika dibanding triwulan II 2021 (qtq) perekonomian DIY mengalami kontraksi 0,09 persen.

” Andil terbesar pertumbuhan ekonomi DIY triwulan III 2021 (yoy) diberikan Lapangan Usaha (LU) Informasi dan Komunikasi 2,21 persen, diikuti LU Konstruksi 1,40 persen. Dari sisi pengeluaran, andil pertumbuhan terbesar disumbangkan komponen Ekspor Antardaerah Netto,” katanya di Yogyakarta, Jumat (5/11).

Mainil menyatakan pertumbuhan ekonomi tertinggi DIY (yoy) dicapai LU Informasi dan Komunikasi mencapai 16,16 persen. Dari sisi pengeluaran, yang tumbuh tinggi adalah komponen ekspor antardaerah neto yaitu di atas 380 persen, sedangkan komponen lainnya masih tumbuh negatif.

” Sebaliknya, kontraksi ekonomi triwulan III 2021 (qtq) terutama dipicu terjadinya kontraksi penyediaan akomodasi dan makan minum 14,25 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi digerakkan komponen pembentukan modal tetap bruto dan ekspor serta impor luar negeri,” imbuhnya.

Plt Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Miyono menyampaikan dilihat secara komponen, konsumsi menahan laju pertumbuhan ekonomi pada triwulan laporan. Konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi sebagai dampak dari PPKM tersebut. Penerapan PPKM pada awal triwulan III 2021 sebagai respon untuk meredam peningkatan kasus Covid-19 menyebabkan perlambatan pada perekonomian DIY.

BERITA REKOMENDASI