PPMAY Ingin Berdialog Langsung dengan Sultan

YOGYA, KRJOGJA.com – Munculnya wacana Malioboro bebas kendaraan bermotor roda dua dan roda empat sangat mencemaskan para pengusaha, terutama Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY). Kalau kebijakan benar-benar diberlakukan sangat merugikan para pengusaha. 

Kalaupun ada kebijakan ada baiknya, pemerintah dialog terlebih dahulu dengan pengusaha, jangan kebijakan diberlukan begitu saja. Apalagi, persoalan Malioboro seperti gunung es yang menyimpan banyak persoalan dari 'penyerobotan' lahan oleh Pedagang Kali Lima (PKL), proporsi PKL dengan toko yang ada sampai soal susahnya parkir di Malioboro. 

"Kami, pengurus dan anggota PPMAY yang mewadahi sekitar 200 pengusaha lebih sebenarnya ingin berdialog langsung dengan Pak Sultan HB X. Keinginan sudah lama, surat sudah diajukan beberapa bulan lalu, sampai malam ini belum ada respons sama sekali," kata Sadana Mulyono, Ketua Umum PPMAY dalam diskusi Penerapan Pedestrian Malioboro bebas Kendaraan Bermotor di Hotel Pesonna Malioboro, Jalan Pegadaian Ngupasan, Sabtu (01/06/2019) malam. Hadir pula para anggota dan pengurus PPMAY. 

Menurut Sudana Mulyono, semenjak revitalisasi Malioboro semi pedestrian diberlakukan, motor tidak boleh parkir di depan toko, omzet penjualan terjun bebas. 

"Omzet kami terjun bebas. Justru saat PKL tidak berjualan setiap Selasa Wage omzet kami naik lagi," ujarnya. Selain itu, setiap Selasa Wage PKL tidak berjualan, baru bisa bernapas. "Malioboro rasanya sudah sumpek dan mengalami stagnasi. Salah satu sebab, PKL sudah overload," ucapnya. 

Ada baiknya, jualan PKL di Malioboro jualan dengan model shif, bergantian. Cara ini untuk mencapai proporsional karena antara toko dengan PKL sudah proporsional lagi. PKL Malioboro 3.000-an. 
"Lahan toko sudah banyak yang diserobot PKL, kemudian disewakan. Pengusaha dikejar-kejar pajak, sementara PKL hanya membayar retribusi. Pengusaha sudah teraniaya. Kami minta keadilan," tandasnya. Kalau mau disurvei dengan benar dan jujur, PKL yang mengatasnamakan 'wong cilik' tidak seluruhnya benar. Banyak PKL itu memiliki 2-3 kendaraan bermotor dan bermobil. (Jay)

BERITA REKOMENDASI