Prajurit TNI Ubah Bangunan Tua 100 Tahun Jadi Rumah Layak

Editor: Ivan Aditya

Puluhan prajurit Kodim 0734 merobohkan rumah tua yang berusia hampir 100 tahun itu. Bagian dinding dan pilar rumah yang terbuat dari kayu itu telah lapuk dimakan zamah. Genteng sebagai peneduh juga sudah tak utuh lagi sehingga tak mampu melindungi penghuninya dari terik maupun hujan. Perbaikan rumah milik Rudi Salyono (60) dan Sudarmini (60) warga Singosaren Lor RT.53/RW.12 Gampingan Wirobrajan merupakan bagian dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-111 Kodim 0734 Yogyakarta.

Bila tidak dilakukan rehab, maka rumah tersebut dikhawatirkan akan mengancam keselamatan pemiliknya. Selain itu rumah tersebut masih jauh dari kata sehat karena tak memenuhi standar rumah layak huni.

Komandan Kodim (Dandim) 0734 Yogyakarta, Letkol (Inf) Erwin Ekagita Yuana menegaskan pembangunan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) merupakan bagian dari program sasaran fisik TMMD Reguler ke-111. Untuk wilayah Kodim 0734 terdapat sepuluh rumah di wilayah Kecamatan Wirobrajan yang dilakukan rehab.

“Di Kelurahan Pakuncen sebanyak tujuh unit, Wirobrajan dua unit dan Patangpuluhan, Patangpuluhan satu unit. Seluruh rumah yang dilakukan rehab merupakan kediaman warga yang memang sudah tak layak huni dan perlu dilakukan perbaikan,” kata Erwin Ekagita Yuana yang juga selaku Dansatgas TMMD Reguler ke-111 Kodim 0734 Yogyakarta.

Ia menegaskan prajurit TNI memiliki kewajiban melindungi rakyat, termasuk salah satunya dari bahaya bencana alam. Jika suatu rumah dapat mengancam keberlangsungan hidup seseorang maka TNI wajib hadir untuk memberikan bantuan.


Rumah Rudi Salyono dan Sudarmini sebelum direhab.

Dandim mengatakan dalam pelaksanaan TMMD Reguler ke-111 Kodim 734 Yogyakarta selama sekitar 30 hari para prajurit mendapat dukungan personel dari jajaran Kepolisian, pemerintah daerah maupun instansi terkait. Tak ketinggalan masyarkat sekitar juga dilibatkan dalam pembangunan ini untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong.

“Esensi dari TMMD itu adalah kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Jadi dalam pelaksanaannya TNI selalu melibatkan rakyat, karena tanpa dukungan itu semua prajurit tidak akan ada artinya,” jelas Erwin Ekagita Yuana.

TMMD Mengangkat Kesejahteraan Masyarakat

Rudi Salyono dan Sudarmini merupakan pasangan keluarga miskin di Gampingan. Pada usianya yang telah senja, keduanya tak memiliki penghasilan tetap sehingga untuk hidup sehari-hari pasangan ini mengandalkan pemberian dari sanak saudara.

“Saya dahulu bekerja sebagai sopir rental, kalu istri hanya di rumah saja. Setelah sakit kemudian saya berhenti bekerja, khawatir akan terjadi apa-apa di jalan jika dipaksakan terus menjadi sopir,” kata Rudi Salyono ditemui di rumahnya yang kini telah jadi berkat pembanguan dalam program TMMD Reguler ke-111 Kodim 0734 Yogyakarta.

Ia mengungkapkan selama ini menderita diabetes dan serangan jantung, sedangkan istrinya beberapa tahun belakangan divonis dokter mengalami stroke. Pasangan tersebut di rumah hanya berdua saja lantaran mereka tak dikaruniai anak, keduanya hanya saling menguatkan untuk dapat tetap bertahan hidup di tengah himpitan zaman.


Proses akhir pengerjaan rumah milik Rudi Salyono.

Rudi Salyono mengaku rehab terhadap rumahnya sangat membantu. Dengan menghuni rumah permanen ia kini merasa aman dan dari sisi kesehatan juga lebih baik karena rumah tak terasa pengab lagi.

Sebelumnya rumah warisan orang tua ini gelap karena sirkulasi udara di dalam tak berjalan baik. Bagian dinding maupun atap juga sangat tidak terawat sehingga saat hujan ia dan istri selalu berjibaku dengan bocor.

“Kalau saat hujan maka bocor terjadi di mana-mana. Kami sangat bersyukur sekali berkat pembangunan yang dilakukan akhirnya kami dapat hidup dengan layak,” ujarnya.

Rudi Salyono dan Sudarmini sangat merasakan kehadiran prajurit dalam TMMD Reguler ke-111 Kodim Yogyakarta ini. Apa yang dilakukan para parajurit sangat berarti dan meninggalkan kesan mendalam bagi pasangan ini.

“Adanya program ini kami sangat merasakan kehadiran pemerintah melalui para prajurit. Ternyata pemerinta juga memperhatikan orang-orang seperti kami ini,” pungkasnya. (Ivan Aditya)

BERITA REKOMENDASI