Presiden Terus Dorong Vaksinasi Pelajar, Ingatkan Pentingnya Pakai Masker

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Presiden Joko Widodo meninjau langsung vaksinasi massal pelajar dan Door to Door di 4 lokasi dalam wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon serta Kabupaten Kuningan yang diselenggarakan Badan Intelijen Negara (BIN). BIN melaksanakan vaksinasi dan pembagian bantuan sosial sembako serta vitamin secara serentak di 10 provinsi.

Jokowi meninjau langsung vaksinasi di Kuningan Jawa Barat dan berdialog secara virtual dengan peserta vaksinasi di 9 provinsi lainnya. Presiden menyampaikan bawasanya pemerintah terus berupaya mendorong vaksinasi pelajar agar kegiatan pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan.

“Jika semua pelajar sudah divaksin, pembelajaran tatap muka bisa dilakukan. Tapi, tetap terpenting jangan lupa selalu pakai masker,” ungkap Jokowi yang didampingi Kepala BIN, Budi Gunawan.

BIN melaksanakan kegiatan vaksinasi lanjutan kepada pelajar dan masyarakat door to door di 10 provinsi meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan. Di Jawa Barat misalnya, BIN melakukan vaksinasi pada 10 ribu pelajar dan masyarakat.

Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan mengatakan total target sasaran peserta vaksinasi pada tanggal 30-31 Agustus 2021 sebanyak 57.700 orang. Khusus untuk Jawa Barat menurut Budi tercatat sebanyak 10.000 orang mengikuti vaksinasi.

“BIN menggelar vaksinasi pelajar. Sebab, para pelajar merupakan calon penerus bangsa dan negara. Sehingga vaksinasi terhadap anak-anak pelajar ini masih menjadi prioritas dan penting sekali,” ungkap Budi melalui pernyataan tertulis.

Berikut rincian gerak BIN melakukan vaksinasi di Indonesia, Jawa Barat : Kota Cirebon, Kab. Cirebon, dan Kab. Kuningan. Jawa tengah terdiri dari Kab. Semarang, sedangkan DIY terdiri dari Kab. Bantul dan Kab. Sleman. Untuk Jawa Timur di Kab. Sidoarjo, Banten di Kota Tangerang Selatan, dan Kab. Tangerang.

Di Sumatera, Provinsi Sumut di Kota Medan dan Kab. Deli Serdang. Sedangkan Sumbar di Kab. Pesisir Selatan. Riau dilaksanakan di Kab. Indragiri Hulu, Kab. Rokan Hulu, dan Kab. Kampar. Untuk Kaltim ada di Kota Balikpapan dan di Sulsel diadakan di Kab. Maros dan Kota Makassar.

Sementara Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan, persediaan vaksin menjadi salah satu kunci capaian vaksinasi 100 juta dosis suntikan. Selain itu, kolaborasi dengan banyak pihak juga mendorong semakin luasnya cakupan vaksinasi.

Nadia menjelaskan, sejak Januari hingga Juni jumlah vaksin yang diterima terus meningkat. April sempat 20 juta dan Juli menyentuh 40 juta. Juli hingga Agustus Indonesia menerima sekitar 50-65 juta dosis vaksin. “Karena jumlah vaksin nya terus meningkat harus segera gunakan vaksin untuk menyelesaikan vaksinasi,” ujar dr. Nadia.

Kemudian dr. Nadia melanjutkan, dalam mempercepat dan memperluas vaksinasi, pemerintah menggandeng TNI/Polri, BUMN, swasta, organisasi masyarakat, dan juga organisasi keagamaan untuk bersama-sama melakukan vaksinasi dengan membuka lebih banyak centra vaksinasi. Dia berharap, target vaksinasi untuk 208 juta penduduk Indonesia bisa tercapai. (Fxh/Git)

 

 

BERITA REKOMENDASI