Prodi Kesmas UAD Kerjasama dengan PIK-R Haning Wito dan AMM Warungboto Latih Remaja Menjadi Kader Kesehatan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Belum usainya masa pandemi covid-19 sejak lebih dari satu tahun yang lalu, memiliki dampak yang sangat besar terhadap segala aspek kehidupan, termasuk kehidupan para remaja yang terpaksa harus melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring. Tidak hanya itu, berbagai aktivitas yang biasanya remaja lakukan guna mengisi waktu luang menjadi terbatas bahkan ditiadakan. Sederet dampak negatif pandemi covid-19 telah dirasakan tidak hanya remaja, namun juga orang tua.

Dari sudut pandang kesehatan menyoroti adanya lonjakan kasus angka pernikahan dini dan kasus lainnya sehubungan dengan kesehatan reproduksi remaja. Guna menanggulangi permasalahan tersebut, Program Studi Kesehatan Masyarakat UAD dengan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Haning Wito dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Warungboto bekerjsama menyelenggarakan kegiatan ‘Pelatihan Kader Kesehatan Remaja Warungboto’.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian kami terhadap terhadap naiknya angka kasus pernikahan dini dan masalah kesehatan reproduksi remaja selama masa pandemi covid-19. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai upaya penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja,” terang Ketua Pelaksana Tim Pengabdian Masyarakat UAD, Khoiriyah.

Pelatihan berlokasi di Pendopo Kecamatan Umbulharjo pada hari Minggu (13/06/2021) dan melibatkan 25 remaja Warungboto. Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat yaitu Khoiriyah Isni, M.Kes (Prodi Kesmas UAD), sekaligus sambutan oleh Ir. Yulia Suryani Dewi (Penyuluh KB Kecamatan Umbulharjo).

“Bersyukur sekali dengan adanya kegiatan ini yang melibatkan remaja Warungboto dengan kegiatan yang positif. Tema kegiatan juga sesuai dengan Visi dan Misi PIK-R Haning Wito dalam mewujudkan Trias Kesehatan Reproduksi Remaja,” papar Yulia Suryani Dewi, selaku Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Umbulharjo.

Fokus kegiatan ini pada peningkatan pengetahuan dan sikap serta keterampilan remaja dalam menghadapi berbagai masalah kesehatan reproduksi remaja, seperti pernikahan dini dan kehamilan tidak diinginkan. Materi yang disampaikan seputar pemahaman mengenai siapa sebenarnya remaja itu sendiri, konsep gender dan pernikahan dini serta kesehatan reproduksi remaja.

“Remaja memang kelompok usia yang sangat unik dan dinamis, sehingga perlu diberikan pemahaman secara berkala terkait kesehatan reproduksi. Agar mereka terus mengingat dan tidak lupa bahwa masa depan mereka masih panjang, jadi jangan sampai terjerumus pernikahan dini,” jelas Ketua PIK-R Haning Wito, Idam Pria Handoko.

Ketua AMM Warungboto, Adhin menambahkan harapannya kepada 25 remaja yang mengikuti kegiatan pelatihan dapat menjadi kader kesehatan yang mampu mengajak dan mempengaruhi remaja lainnya agar menghindari hal yang negatif terhadap kesehatan, terutama selama masa pandemi. Remaja ini juga dibekali kemampuan komunikasi antar teman, sehingga lebih luwes dalam mengajak teman sebayanya untuk melakukan kegiatan positif.

Sebagai bentuk komitmen dan rencana tindak lanjut kerjasama ini, Prodi Kesmas UAD akan direvitalisasi pula posyandu remaja di Warungboto pada kegiatan berikutnya. Harapannya, pemberian manfaat sebesar-besarnya pada masyarakat terutama remaja melalui kegiatan pengabdian masyarakat dapat dilakukan secara berkelanjutan. (*)

UAD

BERITA REKOMENDASI