Produk Hasil Karya Siswa Binaan PT Astra International Mejeng di Mall

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebagai bentuk nyata meningkatkan mutu pendidikan Indonesia di wilayah prasejahtera khususnya pada bidang kecakapan hidup, siswa binaan PT. Astra International melalui Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA-MDR) mempersembahkan hasil karya berupa produk batik, tenun dan produk keterampilan lainnya yang dipamerkan diacara JOGJA WOW FASHION & CRAFT FESTIVAL yang diselenggarakan pada tanggal 22-26 Agustus di Plaza Ambarukmo Yogyakarta.

Konsep pembinaan 4 pilar yaitu Akademik, Karakter, Seni Budaya dan Kecakapan Hidup merupakan konsep pembinaan yang terintegrasi yang melahirkan siswa-siswi cerdas berkarakter sekaligus memiliki keterampilan sesuai kearifan lokal. Membatik adalah salah satu kecakapan hidup (life skill) untuk sekolah binaan di Gedangsari, Gunungkidul dan Pandak, Bantul. YPA-MDR juga bersinergi dengan para praktisi dan designer sebagai narasumber dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah binaan.

“Sejak 2007, YPA-MDR hadir memberikan bantuan pendidikan dengan konsep sekolah eskalator yaitu pembinaan berjenjang pada SD, SMP dan SMK pada bidang akademik dan non-akademik di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul, Yogyakarta. Hingga kurun waktu hampir 12 tahun, sekolah kami telah menorehkan prestasi yang membanggakan di tingkat Provinsi bahkan Nasional,” kata Ketua Pengurus YPA-MDR, Herawati Prasetyo.

Selain itu, YPA-MDR melakukan program Teaching Factory (Tefa) bagi lulusan SMKN 2 Gedangsari menjadi calon-calon Usaha, Mikro, Kecil & Menengah (UMKM) bidang tata busana berdampak positif pada pemberdayaan masyarakat menuju ekonomi kerakyatan.

Karya-karya  batik dan busana para siswa SMKN 2 Gedangsari dengan brand Roges Style dan produk-produk Tefa dengan brand YPA-MDR Collection telah dipromosikan dan dipasarkan di berbagai kegiatan diantaranya Inacraft Fair dan siap berkontribusi di industri mode Indonesia.

YPA-MDR akan terus memberikan pembinaan kepada guru dan siswa seperti pengembangan desain motif dan pewarnaan. Tidak hanya itu, karya siswa akan didesain menjadi busana atau pakaian ready to wear.  Hal ini diharapkan dapat tercipa perekonomian kreatif dengan menjadikan Gedangsari sebagai  sentra industri batik di Yogyakarta. (*)

 

 

BERITA REKOMENDASI