Produk Lokal Sumbang GMV Hampir Rp 300 Juta Seminggu di BLANJA.com

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Produk lokal UKM Indonesia memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi jika dimaksimalkan dengan baik. Hal ini terbukti dalam Pasar Rakyat Nusantara yang digelar 12- 19 September lalu di Yogyakarta untuk memeriahkan Sidang Umum ke-35 International Council of Women dan Temu Nasional 1.000 Organisasi Perempuan Indonesia memberikan keuntungan bagi salah satu e-commerce BUMN, BLANJA.com yang meraup GMV mencapai lebih dari Rp 267,3 juta.

“Dalam seminggu omzet penjualan dari 61 UKM Asli Indonesia di sini cukup fantastis. Kami berhasil memperoleh GMV hampir 300 juta, melalui proses transaksi O2O (online to offline) di mana customer melakukan transaksi online pembelian produk melalui aplikasi BLANJA.com dan barangnya bisa didapatkan saat itu juga.” ujar Fikri Vice President BLANJA.com.

Selain itu, di pasar rakyat nusantara ini, BLANJA.com juga memperkenalkan cara baru berbelanja dengan menggunakan QR Code yang sudah disediakan di setiap sisi masing-masing produk Asli Indonesia yang ada di sini sehingga pembeli bisa berbelanja dengan mudah cukup dengan scan QR Code-nya.

Lebih lanjut Fikri menjelaskan, tidak hanya dari warga lokal saja, namun beberapa WNA juga merasakan langsung membeli produk lokal Asli Indonesia lewat aplikasi BLANJA.com. Beberapa diantaranya ada yang dari Korea, Central America (Guatemala), Bangladesh, dan juga Australia. Tentunya ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus memperkenalkan produk UKM Asli Indonesia di kancah internasional.” tutup Fikri, Vice President BLANJA.com”

Dalam penyelenggaraan Pasar Rakyat Nusantara, ada 16 BUMN yang terlibat melalui Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang bertujuan membantu UKM Indonesia untuk berkompetisi dan memperoleh akses pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Ketua Bidang Pameran, Venue, dan Akomodasi Panitia Sidang Umum ke-35 ICW Renny Soa Hani mengatakan pencapaian omzet penjualan penyelenggaraan Sidang Umum ICW telah melampaui target yang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp200 juta.        

"Sebelumnya bisa mencapai Rp200 juta saja sudah bagus. Tetapi ini melebihi perkiraan kami," kata Renny dalam rilisnya.       

Aneka produk yang dijual dalam Pasar Rakyat Nusantara untuk produk fesyen mulai dari batik, songket, hingga aneka aksesoris dengan desain khas dari 34 provinsi dan berkualitas ekspor. Sedangkan untuk kuliner sebagian besar adalah aneka makanan kering.   

Menurut Renny, pada dasarnya Pasar Rakyat Nusantara hanya merupakan wahana untuk memperkenalkan produk UKM binaan BUMN. Dengan demikian, pembelian maupun penjualan produk diharapkan tidak hanya berhenti melalui pasar tersebut. (*)

BERITA REKOMENDASI