Profesi Akuntansi Tidak akan Hilang

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu yang berkembang. Karena profesi akuntan tidak akan hilang dalam karir, bahkan tetap relevan dengan era industry  4.0. Hanya saja ilmu akuntasi harus melakukan evolusi agar tetap relevan dengan zamannya.

Ketua Prodi Akuntansi FE UII Dr Mahmudi dalam pertemuan pers di ruang sidang dekanat Kampus Condongcatur, Rabu (20/11/2019) usai pembukaan UII-Business and Accounting Competition 2019 dengan tema Prepare Young Enterpreneurfor Digital Revolution di Kampus FE UII Condongcatur, Rabu (20/11/2019). Pembukaan kegiatan yang diikuti sekitar 500 SMA/K dari seluruh Indonesia dilakukan Dekan FE UII Dr Jaka Sriyana. Hadir dan memberikan penjelasa, dalam konferensi pers Ketua Jurusan  Akuntansi Johan Arifin PhD, dan Ketua Panitia Lomba Muamar Nur Kholid.

Ilmu akuntansi menurut Mahmudi, memberi fondasi bagus untuk menjalankan bisnis, sebab memberikan dasar-dasar keuangan dan untuk menjadi entrepreneur milenial, selain belajar banyak ilmu juga harus belajar dan memahami ilmu akuntansi. “Karena untuk pengambilan keputusan, analisa yang  dilakukan  ini tidak mungkin digantikan robot. Apalagi bisnis tidak lagi dijalankan sekadarnya, secara konvensional. Bisnis masa kini tidak perlu pabrik besar tapi kelola bisnis secara global,” jelasnya.

Ketua Panitia Lomba Muamar Nur Kholid mengemukakan, kegiatan berlangsung Selasa-Kamis (19-21/11/2019) dengan 4 kategori lomba. Business  Plan Competition (BPC) diikuti 35 peserta dengan 10 finalis. Business Simulation Game (BSG) diikuti 33 tim dengan 10 finalis, Business Vlog Contest (BVC) diikuti 78 tim dengan 10 finalis dan Mobile Photo Contest diikuti 78 peserta dengan 10 finalis yang ikut dipamerkan. Lomba memperebutkan total hadiah Rp 100 juta. Kamis (21/11) akan diselenggarakan talkshow bertajuk accounting for millennials entrepreneurs serta launching UII-BAC 2020.

Sementara Dekan FE UII Dr Jaka Sriyana menegaskan bahwa kompetisi yang baru pertamakali sekaligus untuk membuka wacana masyarakat betapa ilmu akuntansi sudah berubah dan tidak lagi mempelajari ilmu yang konvensional. Karena ada beberapa guru, lanjut Jaka, tampak para guru kian memahami betapa cepat dinamika dalam ilmu akuntansi.

“Tujuan kompetisi ini selain membangun komunikasi adalah juga  menjelaskan informasi kepada pelajar SMA/K sederajat terkait perkembangan ilmu akuntansi terkini,” kata Jaka. (Fsy)

Suasana lomba dalam BSG.

BERITA REKOMENDASI