Program 8.000 HPK Cegah Stunting dari Kandungan hingga Remaja Akhir

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Program 8.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dengan asupan gizi yang diperhatikan dan diintervensi secara sistematis berkesinambungan untuk mencegah stunting dan mempersiapkan Glgenerasi unggul. Program dimulai dari anak saat masih dalam kandungan hingga masa remaja akhir usia 19 (sembilan belas) tahun.

“Program 8.000 HPK difokuskan pada pelayanan Kesehatan Ibu, Kesehatan Bayi, Kesehatan Anak, dan Kesehatan Remaja, serta kelompok usia reproduksi dengan memperhatikan tahapan fisiologis dan psikologis dalam 1000 HPK dan 7.000 hari,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta drg Emma Rahmi Aryani MM kepada KRJOGJA.com di sela Webinar Gizi, Sabtu (11/12/2021) di Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Yogya.

Status Kesehatan Bayi berkaitan erat dengan status Kesehatan Ibu pada saat hamil. “Demikian halnya status Kesehatan Ibu akan ditentukan oleh status kesehatan pada saat mereka remaja dan dewasa. Jika anak-anak terlahir sehat serta tumbuh dengan baik dan didukung  pendidikan  berkualitas, mereka akan menjadi generasi penerus bagi pembangunan Bangsa Indonesia,” jelasnya.

Webinar memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-57 Tahun 2021 ini digelar DPC Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kota Yogyakarta. Emma sebagai narasumber sessi pertama membawakan materi Rencana Aksi Daerah dalam mempersiapkan generasi unggul melalui program 8000 HPK didampingi Endang Pamungkasiwi SKM MKes (DPD Persagi DIY).

Kemudian sessi kedua diisi Prof Dr Ir H Hardinsyah MS (Ketua Pergizi Pangan)  membawakan materi  Mitos dan Fakta terkait pangan yang berhubungan pada kondisi kehamilan. Bersama Dr Rita Ramayulis DCN MKes RD membawakan materi Teknik edukasi dan konseling pada ibu hamil untuk menangkis mitos kehamilan dengan moderator Iswari Paramita SKM MPA.

Sementara Ketua DPC Persagi Kota Yogyakarta Cahyono Teteki Bangun Harjono SGz didampingi Ketua Panitia Ida Widaningsih SSiT RD menyatakan komitmen Persagi untuk terus mendukung program pemerintah. “Salah satunya program penanggulangan stunting (gizi buruk) dengan meningkatkan gizi masyarakat,” ujarnya. (Vin)

BERITA REKOMENDASI