Program Kampung Iklim Masih Perlu Digencarkan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Program Kampung Iklim (Proklim) yang digulirkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, masih perlu digencarkan. Keberhasilan program tersebut pun sangat tergantung dari kiprah masyarakat setempat.

Menurut Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya Very Tri Jatmiko, gerakan Proklim masih perlu dipahami secara utuh oleh masyarakat. "Sebenarnya Proklim ini tidak berhenti pada mewujudkan kampung hijau seperti lorong sayur dan sebagainya. Itu memang salah satu bentuk, namun aspeknya masih sangat luas," jelasnya.

Baja juga :

Suporter PSIM Minta Maaf
Ini 'Warning' Sultan untuk PSIM

Very menambahkan, aspek Proklim meliputi penghijauan, pengelolaan sampah, kebersihan serta pemanfaatan energi ramah lingkungan. Muara dari semua aspek itu ialah supaya masyarakat dalam satu wilayah benar-benar siap menghadapi perubahan iklim yang sudah terjadi.

"Dari sisi administrasi memang ada penilaian secara berjenjang hingga tingkat pusat. Akan tetapi kami lebih mengajak masyarakat agar peduli lingkungan mulai dari hal-hal yang kecil," imbuhnya.

Oleh karena itu, masyarakat seharusnya tidak perlu merasa terbebani dengan membuat program baru guna mendukung Proklim. Kepedulian tersebut dapat dilakukan dengan memilah sampah sebelum dibuang ke TPS, memanfaatkan keberadaan bank sampah, menanam pohon, mematikan lampu yang tidak diperlukan maupun memperbanyak biopori.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogya Kadri Renggono, mengaku masyarakat tidak berjalan sendiri dalam mewujudkan Proklim. Pihaknya selaku unsur pemerintah akan menggandeng unsur swasta maupun perusahaan agar berkolaborasi.

"Apa yang dibutuhkan wilayah untuk mendukung pelestarian lingkungan, kami prioritaskan agar dipenuhi. Kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan merupakan bagian dari adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Kesiapan masyarakat itulah tujuan Proklim yang sebenarnya," katanya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI