Program Restrukturisasi Kredit DIY Capai Rp 15,04 Triliun

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Program restrukturisasi bagi debitur Industri Jasa Keuangan terdampak pandemi Covid-19 di wilayah DIY dinilai telah dilaksanakan cukup optimal pada 2020. Hal tersebut dapat dilihat dari realisasi capaian pelaksanaan restrukturisasi perbankan dan perusahaan pembiayaan di DIY telah mencapai Rp 15,04 triliun bagi 208.253 rekening atau debitur yang terdampak pandemi pertengahan Januari 2021.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY Jimmy Parjiman mengatakan program restrukturisasi bagi debitur Industri Jasa keuangan terdampak Covid-19 tersebut merupakan kebijakan stimulus perekonomian yang digulirkan OJK sejak tahun lalu. Kini kebijakan restrukturisasi tersebut kembali diperpanjang yang awalnya jatuh tempo 31 Maret 2021 menjadi sampai dengan 31 Maret 2022 mendatang.

“Kami sudah melakukan identifikasi hampir semua debitur di DIY terdampak Covid-19 guna memperoleh restrukturisasi pembiayaan tersebut sebelumnya, termasuk pelaksanaan restrukturisasi pada 2021 ini. Untuk pelaksanaan restrukturisasi tahun lalu tersebut menurut hemat kami sudah cukup optimal mengingat sudah mencapai 89,60 persen dari debitur yang diprediksi terdampak pandemi Covid-19,” katanya kepada KR di Yogyakarta, Jumat (12/2).

Jimmy menuturkan jumlah debitur Industri Jasa Keuangan di wilayah DIY yang terdampak Covid-19 potensinya mencapai 232.431 debitur dengan nominal baki debet sebesar Rp 16,94 triliun hingga 15 Januari 2021. Dari potensi debitur Industri Jasa Keuangan di wilayah DIY yang terdampak tersebut, sebanyak 208.253 debitur dengan nominal Rp 15,04 triliun meliputi 125.122 debitur perbankan baik Bank Umum maupun BPR/BPRS dengan nominal Rp 12,40 triliun dan sebanyak 83.131 debitur perusahaan pembiayaan dengan nominal Rp 2,64 triliun telah direstrukturisasi sampai pertengahan Januari 2021.

BERITA REKOMENDASI