Program Siaran Selama Ini Belum Ramah Anak

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Minimnya kuantitas dan kualitas program siaran yang ramah bagi anak-anak dari lembaga penyiaran di Indonesia memunculkan keprihatinan mendalam. Pasalnya saat ini tayangan untuk anak masih banyak yang didominasi muatan kekerasan, baik verbal maupun fisik.

"Bentuknya macam-macam, dari sinetron bahkan film kartun," jelas komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DIY Sukiratnasari SH kepada KRjogja.com, Selasa (02/08/2016).

Ditambahkan, Suki makin prihatin karena berdasar pantauan film kartun yang tayang di lembaga penyiaran masih didomonasi film asing. Meski ada beberapa di antaranya masuk kategori aman, namun kondisi ini akan mengakibatkan anak Indonesia lebih akrab dengan budaya dan kultur asing daripada budaya mereka sendiri.

Kondisi ini juga tidak jauh beda dengan keberadaan lagu anak yang dulu banyak diproduksi, tapi sekarang jumlah dan kualitasnya makin minim. Alhasil, anak-anak lebih akrab dengan lagu-lagu dewasa yang kadang liriknya tidak sesuai untuk perkembangan anak.

Menurut Suki, menampilkan program siaran anak memang membutuhkan passion dari lembaga penyiaran. Mereka harus memiliki visi membangun generasi bangsa, mengesampingkan orientasi profit untuk dapat memproduksi atau menayangkan program siaran anak yang berkualitas.

Ia mencontohkan di beberapa negara maju, program siaran anak disiapkan matang dan terencana dengan desain besar untuk mendidik, mengenalkan anak pada budaya, membangun nasionalisme dan moralitas bangsa. (M-5)

BERITA REKOMENDASI