Prokes Berjalan Baik, Jasa Pernikahan Menggeliat

YOGYA, KRJOGJA.com – Prosedur Kesehatan (Prokes) Covid-19 dalam gelaran pernikahan sudah mulai diterima masyarakat dengan baik. Terbukti perhelatan pernikahan sudah mulai marak walau dengan jumlah tamu terbatas. Pesanan catering mulai naik, terutama yang populer dengan memilih hampers atau hantaran dengan dus. Sertifikasi Prokes Covid-19 dirasa penting untuk kebangkitan bisnis.

“Pesanan mulai menggeliat tapi porsinya masih sesuai anjuran pemerintah 100- 200 porsi sedang hampers mulai populer bisa mencapai 400 dus,” ucap Ketua DPD PPJI (Perkumpulan Pengusaha Jasa Boga lndonesia) DIY, Hj Sri Wahyuni Dewi SE MM kepada KRjogja.com, Kamis (12/11)

Diakui Dewi walau ada kenaikan, omzet saat ini baru berkisar 30 persen dibanding saat normal sebelum pandemi. “Masih nombok untuk menggaji karyawan namun PPJI komit tidak boleh ada PHK. Selama pandemi digaji dengan tabungan, karyaean masuk dengan sistem piket,” ungkap Dewi.

Disebutkan perusahaan jasa boga Sari Dewi yang dikelolanya baru saja lolos verifikasi tingkat nasional Prokes AKB Jasa Boga yang dilakukan Departemen Kesehatan RI. Jumlah yang lolos verifikasi sebanyak 41 dari 196 yang diusulkan oleh tim propinsi. “Sari Dewi lolos bersama Grand Tjokro, Vidi, dan Shana Sejahtera. Penilaian dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga Nasional. Sertifikasi penting karena memberikan kepercayaan, kenyamanan dan jaminan keamanan untuk konsumen di masa AKB,” ujarnya

Sementara Ketua Gabungan Paguyuban Pernikahan Yogyakarta (Gappy) Ki Abeje Janoko menyatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi gelara pernikahan di masa AKB dengan Prokes Covid-19 dan sudah diterapkan oleh semua organisasi/paguyuban jasa pernikahan yang tergabung dalam Gappy. “Berjalannya waktu, kita semakin paham untuk menerapkan protokol kesehatannya dan Alhamdulillah di gedung-gedung sudah mulai jalan,” ujarnya.

Disebutkan Gappy sebelumnya telah menggelar simulasi kolaborasi 8 paguyuban, diantaranya dari Ikappesty (Ikatan Pengusaha Pesta Tradisional Yogyakarta), PPJI (Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia), Aspedi DIY (Dekorasi), Harpi Melati (Rias Pengantin), JWP (Photography), Tiara Kusuma (MUA dan Kecantikan), Benges Community (MUA) serta PPY (Paguyuban Panatacara Yogyakarta) pada pertengahan Juli 2020 dengan rangkaian acara dari Pasrah Tampi, Akad Nikah, Panggih dan Resepsi. (R-4)

BERITA REKOMENDASI