Prospek Ekonomi Keuangan Syariah Semakin Berkembang

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Prospek ekonomi keuangan syariah (eksyar) semakin tumbuh dan berkembang dengan baik di Indonesia meskipun di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Eksyar dipandang dari sisi ekonomi makro diharapkan mampu menciptakan keseimbangan ekonomi riil dan moneter, mendorong terciptanya keseimbangan keadilan dan mengoptimalkan penerbitan surat berharga (obligasi) syariah atau sukuk negara.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang menyampaikan pandemi Covid-19 mengajarkan agar lebih kuat bertahan, optimisme kondisi akan membaik dan bersiap akan menyambut peradaban baru. Kini proses pemulihan ekonomi telah dan sedang berlangsung berbekal optimisme terus membaik karena sinergi kebijakan antara Pemerintah, BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Perbankan dan Dunia Usaha yang sangat erat.

“Prospek eksyar Indonesia semakin baik. Mata rantai ekonomi halal, keuangan dan perbankan Syariah, serta kampanye eksyar terus berkembang. Sinergi kebijakan terkait eksyar terus diperkuat. Di samping itu, terjadinya proses digitalisasi ekonomi dan keuangan yang semakin semarak di masa pandemi,” tuturnya dalam Webinar Kajian Ramadhan #01 bertema ‘Ramadhan & Pemulihan Ekonomi’ di Kantor Perwakilan BI DIY, Sabtu (19/04/2021).

Forum kajian virtual ini diinisiasi Kantor BI DIY bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta serta Kafegama DIY dan Pengurus Pusat Kafegama yang diikuti setidaknya 445 peserta. Narasumber yang dihadirkan yaitu Gubernur BI yang merupakan Ketua Umum PP ISEI sekaligus Ketua Kafegama Perry Warjiyo, Pakar Ekonomi Syariah Adiwarman Azwar Karim dan Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) sekaligus Pakar Ekonomi Syariah Edy Suandi Hamid dengan moderator Pengurus ISEI Cabang Yogyakarta dan Dosen FEB UGM Akhmad Akbar Susamto.

“Saya memberikan apresiasi tinggi kepada BI yang telah dan terus mengembangkan eksyar di Indonesia. Dari sisi ekonomi makro, diharapkan eksyar dapat menciptakan keseimbangan ekonomi riil dan moneter, mendorong terciptanya keseimbangan keadilan atau fairness equilibria dan mengoptimalkan penerbitan sukuk negara,” jelas Adiwarman.

Selanjutnya terkait dengan Ramadhan dan Lebaran, Adiwarman mengharapkan masyarakat mematuhi kebijakan pemerintah untuk tidak mudik lebaran. “Mudik jiwanya, kirim barangnya dan unboxing hadiahnya,” imbuhnya.

Edy Suandi Hamid menyatakan pemulihan ekonomi secara bertahap dan sudah dalam jalur yang benar. Bulan puasa ini mampu momentum guna menggerakkan serta memulihkan ekonomi khususnya ekonomi umat, termasuk usaha mikro kecil di bidang makanan dan minuman. Pelaku usaha dapat berproduksi dan berjualan untuk melayani masyarakat untuk keperluan buka dan sahur.

“Infaq yang terkumpul melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) akan digunakan untuk memberi dukungan operasional selter yang menampung masyarakat yang sedang isolasi mandiri terinfeksi Virus Korona,” pungkas Ketua Kafegama DIY Bogat Agus Riyono. (Ira)

BERITA REKOMENDASI