Protes PPG Berlanjut, Bersikeras Minta Haryadi Suyuti Mundur

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebuah spanduk bertuliskan “Segera Tentukan Sikapmu” terbentang di pagar kantor Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar DIY Senin (16/09/2019). Spanduk tersebut merupakan wujud protes Persaudaraan Pemuda Golkar (PPG) yang tak puas dengan kepemimpinan Ketua DPD Partai Golkar DIY Haryadi Suyuti.

Koordinator PPG Hasan syaifullah, SIP mengungkap pihaknya terus mengawal pernyataan sikap pertama kali yang disampaikan 9 September lalu. Menurut dia respon yang dikatakan Ketua DPD Partai Golkar DIY tentang indikator kontribusi selama memimpin Partai Golkar DIY, dinilai sebagai pernyataan yang naif.

Baca juga :

Kenalkan Perdamaian dan Perbedaan Sejak Dini
Tol DIY Butuh Lahan 212,02 Ha

“Selama memimpin Partai Golkar DIY Drs. H Haryadi Suyuti tidak punya program kampanye dalam rangka pemenangan Pileg 2019. Hal ini menyebabkan mesin partai tidak punya arah dalam rangka upaya pemenangan Partai Golkar. Kondisi ini diperparah dengan seringnya ketidakhadiran beliau di saat krusial sehingga fungsi ketua sebagai pemegang tanggung jawab keputusan partai tidak berjalan,” ungkapnya pada wartawan Senin (16/09/2019).

Tak hanya itu, PPG juga menyerukan bahwa pertengahan Oktober menjadi titik untuk ketua DPD Partai Golkar DIY mengambil sikap terhormat dengan mengundurkan diri dan DPP Partai Golkar segera menunjuk pelaksana tugas (Plt) ketua DPD Partai Golkar DIY sehingga tidak mengganggu agenda politik berikutnya seperti pilkada dan juga Munas Partai Golkar Bulan Desember 2019. “Kami juga mengajak seluruh komponen Partai Golkar DIY untuk merapatkan barisan bersama dan berani untuk bersikap serta mengeluarkan pendapat karena Partai Golkar adalah partai  terbuka dan demokratis,” sambungnya.

Sementara Dedi Suwardi, Wakil Ketua DPD Golkar DIY Bidang Kaderisasi mengatakan ada mekanisme partai dalam setiap langkah. Namun, ia mengapresiasi aspirasi PPG yang dinilai sebagai dorongan agar partai memperhatikan konsolidasi organisasi dari tingkat basis hingga pengurus.

“Program (Haryadi Suyuti) saya kira ada karena dalam kwgiatan partai sudah jelas semua program. Hanya dengan kondisi pemillihan langsung basisnya lebih ke arah individu masing-masing. Persoalannya adalah anggaran yang tak optimal sehingga kegiatan tak bisa dilaksanakan. Konsolidasi ke bawah tetap dilaksanakan oleh kabupaten/kota,” tandas dia.

Dedi menilai ada hal-hal yang harus dipahami diantaranya sekretaris DPD Partai Golkar DIY yang mengalami sakit berat di masa persiapan Pileg 2019 lalu. “Ini harus dipahami bersama karena ada persoalan terutama motor organisasi adalah sekretaris dan mengalami sakit cukup berat dan ada kendala kemarin,” sambung dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI