Proyeksi Tertinggi di Jawa, Ini Empat Faktor Sukses Akselerasi Pemulihan Ekonomi DIY

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRjogja.com – Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi DIY pada akhir 2021 akan tumbuh pada kisaran 5,4 hingga 6,2 persen (yoy), lebih tinggi dari ekspektasi semula. Bahkan, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi DIY ini akan menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa dengan memperhatikan beberapa kondisi ekonomi terkini.

Plt Kepala Perwakilan BI DIY Miyono menyatakan setidaknya terdapat 4 hal strategis yang menjadi faktor sukses dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi DIY. Pertama adalah relatif terkendalinya Covid-19 di DIY. Kedua, semangat gotong royong demi pemulihan ekonomi.Ketiga, keberhasilan TPID DIY dalam menjaga inflasi. Keempat, komitmen bersama untuk transformasi digitalisasi.

“Kami meyakini kesuksesan vaksinasi Covid-19 merupakan game changer untuk pemulihan ekonomi. Kami mengapresiasi kolaborasi Pemda, TNI, Kepolisian, Akademisi, Perbankan, maupun seluruh lapisan masyarakat yang telah berkontribusi aktif dalam percepatan vaksinasi, sehingga DIY menjadi provinsi tercepat ketiga dalam pelaksanaan vaksinasi,” katanya di Yogyakarta, Jumat (10/12).

Miyono mengatakan semangat gandeng gendong telah menjadi budaya leluhur masyarakat DIY, yang terbukti menjadi salah satu jaring pengaman ekonomi masyarakat menengah kebawah di tengah pandemi ini. Pihakny sangat mengapresiasi langkah konkret dari masyarakat untuk menghidupkan sektor UMKM, seperti aksi belanja di tetangga terdekat, maupun aksi tolong menolong terhadap warga yang sedang isolasi mandiri.

” Dalam hal ini kami sangat mengapresiasi Bapak Gubernur sebagai Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY yang mampu mendorong TPID se-DIY untuk terus berinovasi guna meningkatkan produksi, menjaga kelancaran distribusi, hingga menjaga stabilitas harga. Sehingga TPID DIY mendapatkan penghargaan sebagai TPID Terbaik Se-Jawa Bali,” tandasnya.

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY ini menyebut DIY menjadi provinsi pertama yang mampu membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), baik di level provinsi maupun kabupaten kota. Hal ini merupakan wujud komitmen keseriusan bersama dalam mengakselerasi transformasi digitalisasi pada saat ini. Salah satunya diwujudkan dalam program percepatan digitalisasi pembayaran.

” Sinergi kami dengan Pemda, Instansi Horizontal, Perbankan DIY, Perusahaan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran dan Asosiasi, dimaksudkan sebagai upaya dalam mendorong transaksi nontunai di daerah, baik melalui elektronifikasi transaksi pemerintah (ETP), digitalisasi tiket transportasi, parkir, dan pariwisata, hingga pencatatan transaksi petani,” tutur Miyono.

Pandemi Covid-19 mengajarkan banyak hal, di mana sinergi dan inovasi menjadi kunci pemulihan ekonomi DIY. Berkaitan dengan itu, sebagai bagian dari ekosistem sosial-ekonomi di DIY, BI DIY senantiasa siap mendukung hal-hal baik yang diupayakan Pemda DIY maupun pihak lainnya.” Kami berkomitmen menjadi mitra strategis bagi Pemda DIY, Akademisi, dan Pelaku Usaha, untuk berkontribusi nyata dalam memajukan ekonomi DIY,” imbuhnya. (Ira)

BI

BERITA REKOMENDASI