Prudential Luncurkan Investasi Campuran Syariah Rupiah, Apa Itu?

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) resmi meluncurkan dana investasi (fund) PRULink Syariah Rupiah Multi Asset Fund 11 Desember lalu. Inovasi terbaru dan pertama di industri tersebut merupakan dana investasi campuran berbasis syariah dengan mata uang Rupiah yang memberikan akses kepada nasabah terhadap investasi yang lebih stabil dengan diversifikasi aset-aset syariah dalam negeri (sukuk) dan luar negeri (saham) untuk imbal hasil yang lebih optimal dalam berbagai kondisi ekonomi.

Nini Sumohandoyo, Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia mengatakan program yang diberinama PRULink Syariah Rupiah Multi Asset Fund tersedia pada PRULink Syariah Generasi Baru (PSGB), produk asuransi jiwa unit link unggulan Prudential Indonesia. Peluncuran investasi tersebut menurut dia dilandasi semakin beragamnya kebutuhan dan tujuan investasi, serta profil risiko masyarakat Indonesia beberapa waktu belakangan.

“Ini menjadi landasan bagi Prudential Indonesia untuk senantiasa berinovasi menghadirkan berbagai pilihan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi, baik yang berbasis konvensional maupun syariah. Selain menjawab kebutuhan nasabah, PRULink Syariah Rupiah Multi Asset Fund diluncurkan untuk mendukung upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang memiliki potensi sangat besar,” ungkapnya pada KRjogja.com melalui keterangan tertulis, Rabu (16/12/2020).

Mengelola keuangan dengan baik sangat penting untuk memperkuat ketahanan keuangan keluarga, khususnya dalam bersiap menghadapi situasi tidak terduga, sehingga membantu masyarakat mendapatkan yang terbaik dalam kehidupan. Menurut laporan Islamic Finance Development Indicator (IFDI) 2020 yang dikeluarkan Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD) dan Refinitiv, untuk pertama kalinya sejak laporan ini dikeluarkan di 2012, Indonesia menduduki peringkat kedua dari 131 negara yang dievaluasi oleh kedua lembaga tersebut berdasarkan 10 indikator utama, termasuk Pengetahuan, Tata Kelola, CSR, dan Kesadaran.

“Tahun lalu, Indonesia menempati urutan keempat setelah Malaysia, Bahrain, dan Uni Emirat Arab. Tahun ini menempati peringkat kedua, ini hal yang menarik,” ungkapnya lagi.

BERITA REKOMENDASI