PTKM Tahap II DIY, Kegiatan Praktek Hingga Konsultasi Terbatas Ditiadakan Sementara

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Kegiatan belajar mengajar secara dalam jaringan (daring) atau online terus dilaksanakan sesuai dengan kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) Tahap II di DIY mulai Selasa (26/1) sampai 8 Februari 2021 mendatang. Kegiatan praktek di SMK untuk praktek produktif dan SMA untuk konsultasi terbatas, termasuk kunjungan guru ke rumah siswa SLB ditiadakan sementara selama dilaksanakan PTKM di DIY.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY Didik Wardaya mengatakan dunia pendidikan tetap melaksanakan PTKM Tahap II di DIY seperti tahap pertama sebelumnya. Artinya kegiatan pembelajaran di DIY tetap dilakukan secara daring alias semua siswa belajar dari rumah dengan mengoptimalkan Jogja Belajar maupun aplikasi pembelajaran lainnya serta pelatihan pengembangan konten-konten pembelajaran jarak jauh melalui webinar kepada guru-guru di DIY.

“Tidak terkecuali kegiatan pembelajaran di SMK, sementara untuk praktek ditiadakan sampai PTKM di DIY selesai. Kegiatan praktik di SMK baru bisa dilanjutkan setelah PTKM karena cukup sulit melakukan praktik secara daring,” ujar Didik di Bangsal Kepatihan, Rabu (27/1).

Didik menyampaikan kegiatan pembelajaran di SMA untuk konsultasi terbatas pun ditiadakan sementara selama PTKM di DIY. Selanjutnya untuk kegiatan di SLB dimana guru mengunjungi ke rumah siswa itu juga sementara ditiadakan dan siswa tetap diminta belajar dari rumah atau daring. Sementara bagi siswa yang sudah terlanjur PKL, tetap akan diatur mengikuti peraturan di tempat PKL tersebut yang sesuai dengan ketentuan PTKM di DIY.

” Jadi kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau secara daring dalam PTKM ini sebenarnya sudah dilakukan sebelumnya sejak awal pandemi Covid-19. Kita perkuat penerapan PJJ dengan Jogja Belajar maupun aplikasi pembelajaran lainnya di DIY, termasuk peningkatan konten-konten pembelajaran dalam aplikasi tersebut,” tandasnya.

Pihaknya memang telah mempersiapkan setidaknya 10 SMA/SMK yang melakukan presentasi terkait kesiapan pembelajaran tatap muka jika sudah dimungkinkan pada PTKM Tahap I di DIY. Uji coba pembelajaran tatap muka tersebut untuk 5 SMA dan 5 SMK di DIY, sedangkan sekolah baik negeri maupun swasta yang lain juga mempersiapkan hal yang sama. Setidaknya lebih dari 50 persen sekolah dari total 165 SMA dan 220 SMK melaporkan siap melakukan pembelajar tatap muka khususnya kegiatan praktek, tetapi tetap menunggu kebijakan dari pemerintah.

” Apabila sudah memungkinkan pembelajaran tatap muka, kita akan ujicoba dulu semacam percontohan tetapi tetap melihat hasil evaluasi dari perkembangan kasus Covid-19 di DIY. Kami sudah menyiapkan APD termasuk pendataan siswa di masing-masing sekolah, tetapi kembali mengikuti kebijakan Pemda secara keseluruhan terkait pembelajaran tatap muka,” imbuh Didik. (Ira)

BERITA REKOMENDASI