Puasa di Indonesia Hanya 13 Jam, 3 Negara Ini Capai 20 Jam

Puasa Ramadhan merupakan ibadah Muslim berupa tidak makan atau minum, dan segala yang membatalkannya mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Di Indonesia tanda dimulainya puasa yakni saat imsak atau sesaat sebelum subuh.

Kemudian waktu berbuka Puasa Ramadhan di Tanah Air yaitu ketika matahari terbenam atau saat azan magrib dikumandangkan. Secara umum lamanya puasa itu sekitar 13 hingga 14 jam.

Namun karena waktu puasa ditentunkan oleh posisi saat matahari terbit dan terbenam, maka lamanya waktu puasa bisa berbeda-beda di berbagai negara.

Dikutip dari laman Jatman pada Jumat (24/4/2020), terdapat tiga negara yang menjalani puasa sekira 20 jam. Negara mana saja itu, berikut ulasannya.

1. Norwegia

Islam merupakan agama terbesar kedua di Norwegia setelah Kristen. Pada 2018, jumlah Muslim di negara tersebut sekitar 166.861 atau 3,15% dari total populasi.

Muslim di Norwegia bisa berpuasa hingga 20 jam. Di Ibu Kota Oslo misalnya waktu imsak sekitar pukul 02.18 dan waktu berbuka puasa pukul 22.47. Artinya, Muslim di sana hanya punya waktu sekitar empat jam untuk berbuka puasa sekaligus makan sahur.

Memang organisasi Muslim setempat seperti Islamic Centre of Northern Norway, misalnya, mengeluarkan fatwa yang memberi pilihan kepada Muslim lokal untuk mengikuti puasa dengan mengikuti waktu Mekah, ketika puasa di negara Skandinavia ini melebihi 20 jam.

Ada juga Muslim yang berbuka mengikuti waktu negara Islam terdekat seperti Turki. Sehingga, umat Muslim di Norwegia, termasuk masyarakat ,uslim Indonesia yang tinggal di sana berbuka puasa pada waktu yang berlainan, sesuai keputusan masing-masing.

2.Greenland

Greenland merupakan negara otonom dari Kerajaan Denmark. Terletak di antara Samudra Arktik dan Atlantik, sebelah timur Kepulauan Arktik Kanada.

Greenland adalah pulau terbesar di dunia, tapi sekitar tiga per empatnya ditutupi oleh lempeng es abadi, sehingga pulau itu merupakan wilayah dengan penduduk terjarang di dunia. Data tahun 2013 jumlah penduduk Greenland sekitar 56 ribu jiwa, sepertiganya tinggal di kota Nuuk, ibu kota sekaligus kota terbesar di sana.

Tidak banyak muslim yang tinggal di Greenland, tapi apabila Anda mencoba mengunjunginya saat bulan Ramadhan dan tetap menjalankan ibadah puasa, Anda akan berpuasa selama lebih dari 20 jam.

Di Greenland puasa dimulai dari pukul 02.16 pagi hingga malam hari sekitar pukul 23.14 waktu setempat. Matahari di Greenland memang terbit selama hampir 24 jam pada musim panas.

Praktis, Anda hanya akan punya waktu sekitar 2 jam saja untuk berbuka puasa Ramadhan sekaligus menyiapkan makan sahur.

3.Finlandia

Muslim di Finlandia harus menanti waktu maghrib selama sekitar 20 jam. Tentu saja cukup berat menjalankannya bagi yang belum terbiasa, seperti Muslim Indonesia yang baru tinggal di sana. Apalagi mereka tetap harus beraktivitas dan bekerja sebagaimana biasa.

Sama seperti di Norwegia, sebagian Muslim di sana juga tidak mengikuti waktu lokal, namun mengikuti waktu puasa di Mekah. Namun, sebagian lagi tetap menjalankan sesuai dengan waktu setempat. Komunitas muslim di Finlandia tetap menjalankan ibadah di bulan Ramadhan seperti salat tarawih berjamaah seperti muslim lainnya, meskipun waktunya sangat sempit.

Meski harus berpuasa dengan durasi waktu yang panjang, tidak sedikit Muslim di negara-negara tersebut mampu menjalankannya dengan baik. Karena inti dari ibadah sejatinya adalah niat. Dengan niat yang kuat, tantangan dalam beribadah seharusnya dapat terlewati.

BERITA REKOMENDASI