Pulihkan Ekonomi Nasional, Dorong Gunakan Produk Dalam Negeri

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRJogja.com) – Pemerintah terus mengupayakan langkah – langkah pemulihan ekonomi nasional dengan terus mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Penggunaan produk dalam negeri pada belanja pemerintah adalah wajib jika Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk tersebut mencapai 40%. Adapun potensi belanja barang dan modal pemerintah pusat tahun 2021 mencapai Rp. 607,7 triliun. Oleh karena itu melalui e-Smart IKM ini, diharapkan IKM masuk dalam e-purchasing Pemerintah (LKPP).

“Ini merupakan kesempatan IKM untuk mendapatkan manfaat dari potensi belanja pemerintah yang cukup besar tersebut,” ujar Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin di JW Marriot Yogyakarta secara virtual, Selasa (22/06).

Ditambahkannya Kemenperin terus mendorong peran IKM dalam perekonomian Indonesia melalui implementasi Making Indonesia 4.0, dimana salah satu prioritasnya adalah memberdayakan IKM dengan penggunaan teknologi digital dan e-business untuk IKM. Salah satu strategi yang diterapkan yaitu melalui Program e-Smart IKM. Program ini digelar agar pelaku IKM dapat memanfaatkan teknologi digital dan memperluas akses pasar melalui marketplace.

“IKM yang mengikuti e-Smart IKM nantinya akan dibekali keterampilan – keterampilan yang relevan agar dapat memanfaatkan marketplace secara optimal,” jelasnya.

Kemenperin juga mendorong program P3DN (Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri) sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo pada Mei tahun lalu. Hadirnya Gernas BBI untuk mendorong Pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat untuk mencintai dan membeli produk lokal. Tujuan utama Gernas BBI tahun 2021 yaitu 6,1 juta UMKM onboarding di marketplace, oleh karena itu Kementerian Perindustrian secara konsisten memberdayakan pelaku IKM melalui Program e-Smart IKM.

“e-Smart IKM dilaksanakan sebagai salah satu langkah dalam mengimplementasikan Making Indonesia 4.0. Program e-Smart IKM sudah berjalan sejak tahun 2017 dan telah melatih 13.184 pelaku IKM di seluruh Indonesia untuk mengembangkan akses pasar IKM,” lanjut Gati.

BERITA REKOMENDASI