Pusat Perbelanjaan di DIY Optimis Bertumbuh

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Bisnis pusat perbelanjaan atau mal di DIY optimis masih mampu bergerak dan tumbuh di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Meski banyak tenant-tenant besar yang menutup gerainya, tetapi ternyata masih terdapat tenant-tenant lainnya yang justru melakukan ekspansi atau memperluas gerai-gerainya.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY Surya Ananta mengatakan, sebenarnya ada beberapa usaha yang sebelumnya merasa tidak kuat atau mengalami problematika besar sebelum pandemi Covid-19. Pandemi ini tidak satu-satunya yang mendorong usaha gulung tikar, ibaratnya mobil pandemi tersebut gasnya sehingga mempercepat.

“Artinya problematika tetap ada di saat pandemi, maka masalahnya adalah daya tahan usaha tersebut yang akan membawa dampak signifikan. Jenis industrinya sendiri yang agak berat terdampak adalah industri fashion karena orang membatasi pergerakan atau mobilitas sehingga jarang yang berbelanja pakaian atau make up,” jelasnya di Yogyakarta.

Surya menuturkan, seluruh lini usaha terkena dampak dengan prosentase masing-masing, namun yang paling besar derajatnya adalah industri fashion. Sedangkan industri lainnya masih mampu bertahan di antaranya kuliner dan lainnya akan mengikuti. Sehingga sangat tergantung dari daya tahan usaha tersebut masing-masing.

“Ada toko-toko pakaian malah melakukan perluasan toko di Plaza Ambarrukmo. Jadi jangan dikira karena pandemi lalu banyak toko-toko atau gerai yang tutup, tetap ada toko atau tenant yang memperpanjang dan menambah investasi. Ada kalanya yang lemas lalu tutup ada kalanya tetapi tumbuh baik maka segmentasi usahanya tidak semua bisa dipukul rata,” terangnya.

General Manager Plaza Ambarrukmo ini menambahkan, setiap pusat perbelanjaan mempunyai strategi agar department storenya tetap terisi. Contohnya ada tenant besar yang akhirnya tutup, tetapi sudah ada tenant besar lainnya yang berniat ekspansi dan tengah bernegosiasi mengisi area department store tersebut.

“Kita tetap optimis pusat perbelanjaan di DIY tumbuh, meskipun banyak tenant-tenant besar yang menutup gerainya tetapi ada yang memperluas atau ekspansi gerainya saat ini, jadi jawabannya seimbang. Karena mal dan tenat sama-sama mengetahui posisi masing-masing dengan konsep rasionalisasi dan muncul kesimbangan baru,” pungkas Surya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI