Pusat Tekanan Rendah Picu Hujan Deras di DIY

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Hujan yang terjadi di wilayah DIY dalam hari-hari terakhir ini, disebabkan adanya beberapa pusat tekanan rendah aktif di belahan bumi bagian selatan. Kondisi itu membentuk palung di Selatan Sumatera hingga Jawa. Akibatnya suhu muka laut di laut Selatan Jawa menghangat.

Dampaknya dengan kondisi dinamika atmosfer di atas menyebabkan pembentukan awan-awan hujan sangat signifikan. Sehingga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah di DIY.

”Hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini dikarenakan adanya pusat tekanan rendah aktif yang memicu terjadinya awanawan hujan. Apabila dilihat dari data yang ada di BMKG, untuk beberapa hari kedepan hujan dengan intensitas ringan sampai sedang masih berpotensi terjadi di Wilayah Sleman Utara, Bantul, dan beberapa daerah lainnya,” kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Mlati, Reni Kraningtyas.

Reni mengatakan, puncak musim penghujan di DIY diprediksikan akan terjadi pada bulan Januari sampai Februari mendatang. Menyikapi kondisi tersebut masyarakat, termasuk petani harus senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Hal itu untuk mengantisipasi adanya bencana dan gagal panen yang sering terjadi saat musim penghujan.

Adapun cara yang bisa dilakukan dengan memantau perkembangan cuaca dari BMKG. Dengan begitu mereka jadi tahu langkah-langkah apa yang harus dilakukan.

”Menyikapi datangnya puncak musim penghujan di DIY. Kami minta masyarakat tetap tenang dan selalu meningkatkan kewaspadaan. Perhatikan lingkungan rumah supaya tetap bersih, drainase tidak tersumbat serta memangkas ranting pohon yang tinggi,” ungkap Reni. (Ria)

BERITA REKOMENDASI