PYBW UII Mulai Menerapkan ‘Normal Baru’

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRJOGJA.com) – Pengurus Yayasan Badan Wakaf, Universitas Islam Indonesia (PYBW UII) mulai menerapkan tatanan kenormalan baru ‘New Normal’, Senin (15/06/2020). Kebijakan ini berlaku untuk seluruh pegawai di lingkungan Yayasan Badan Wakaf UII meliputi Kesekretariatan, Lembaga Audit, Pengelola Fasilitas Kampus, Dana Pensiun Pegawai, Lazis Unisia dan Lembaga Kebudayaan Embun Kalimasada.

Sedangkan terkait perkuliahan mahasiswa UII, kebijakannya ada di bawah universitas. “Penerapan kenormalan baru ini khusus di lingkungan Yayasan Badan Wakaf UII, sedangkan untuk perkuliahan mahasiswa itu ranahnya universitas. Tapi harapannya ini menginspirasi semua institusi di lingkungan UII untuk mulai menerapkan kenormalan baru,” terang Sekretaris PYBW UII M Syamsudin didampingi Bendahara PYBW UII Suharto kepada KRJOGJA.com di Kantor PYBW UII, Jalan Cik Ditiro Yogyakarta.

Menurut Syamsudin, dengan diberlakukannya tatanan kenormalan baru ini maka semua pegawai di lingkungan Yayasan Badan Wakaf UII mulai bekerja/berkantor secara normal yaitu 5 hari kerja dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan Covid-19. Sembari menunggu perkembangan situasi yang lebih kondusif, pegawai yang masuk kerja di kantor dibatasi hanya 50% di masing-masing unit pada setiap hari kerja. Sedangkan 50% lainnya bekerja dari rumah (work from home/WFH) sebagai upaya jaga jarak (physical distancing).

Jam bekerja di kantor pun diperpendek yaitu mulai pukul 09.00-15.00 WIB dan bagi pegawai yang sedang sakit tidak perlu berkantor, dengan memberitahukan kepada atasan masing-masing. Upaya lain untuk mencegah penularan Covid-19 dengan melakukan penyemprotan disinfektan 4 jam sekali di benda yang sering disentuh, misal gagang pintu, tangga dan lain-lain. Melakukan pengukuran suhu tubuh bagi semua yang masuk ke gedung. “Semua ini dilakukan sebagai ikhtiar mencegah Covid-19 di lingkungan Yayasan Badan Wakaf UII,” tuturnya.

Suharto menambahkan, pekerjaan kantor memang bisa dikerjakan dari rumah (WFH). Namun demikian banyak aktifitas dan layanan yang tidak terlaksana dengan optimal apabila WFH diberlakukan dalam waktu lama, terlebih pandemi ini belum pasti kapan berakhir. “Ketidakpastian ini perlu direspons dengan melaksanakan tatanan kenormalan baru yang saat ini adalah suatu keniscayaan,” katanya. (Dev)

 

BERITA REKOMENDASI