Qoid Abdillah, Kerap Wakili UIN Suka di Ajang Internasional

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Mahasiswa Prodi Psikologi Fakultas Sosial Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Qoid Abdillah bisa dibilang memiliki segudang prestasi. Hobi mahasiswa yang akrab disapa Qoqo ini satu, mengikuti konferensi internasional. Tidak heran, untuk mewujudkan hobi tersebut, Qoqo rajin menulis paper yang dikirim ke panitia-panitia call for paper

di event internasional.

"Gagal sering, tapi tidak patah semangat. Biasanya disebabkan dua hal, makalah tidak lolos seleksi atau lolos seleksi tapi tidak punya dana cukup untuk berangkat," ungkapnya, Selasa (15/05/2018).

Untuk mengatasi soal pendanaan, Qoqo gigih mengumpulkan uang sendiri dengan bekerja apa saja yang bisa dikerjakan di sela kuliah dan kegiatan kampus. Kegemarannya ikut ajang internasional diawali keikutsertaanya mendaftar beasiswa studi lanjut ke Qatar selepas lulus SMA di Ponpes Modern Gontor. Hanya saja Qoqo tidak lolos sesi wawancara.

Kesehariannya, Qoqo mematangkan diri dengan aktif di organisasi kampus, menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fishum dan anggota UKM divisi Bahasa Arab UKM SPBA. Di sela kuliah, Qoqo menyempatkan menjadi sopir taksi online. Ia juga kerja paruh waktu sebagai tenaga pemasaran usaha catering.

Lawatan luar negeri pertamanya, Qoqo mewakili Indonesia bersama dua rekan UIN Sunan Kalijaga, Kharisma Wardhadul (Fakultas Syariah) dan Hangganie Kirada (Fakultas Isoshum) di forum ‘International and Malaysian Global Innovation and Creativity Center (MAGIC)’ pada 21-23 April 2016. Sebelumnya pada awal 2016,  Qoqo mendapatkan undangan pertukaran mahasiswa ke Eropa. Tapi kendala dana kembali menghambatya.

Setelah itu pada 24-27 November 2016, Qoqo berangkat ke Kuala Lumpur Malaysia mewakili delegasi Indonesia dalam Asia Pasific Future Leader Conference. Qoqo menjadi kontributor aktif pada sesi konferensi, lokakarya, diskusi kepemimpinan masa depan, menciptakan jaringan internasional dalam rangka melahirkan sosok pemimpin masa depan di hadapan peserta konferensi yang terdiri akademisi dan wirausaha muda perwakilan negara-negara Asia-Pasific serta dari Malaysian Tourism Center.

Pada April 2017, Qoqo mendapat undangan menjadi volunteer ke Beijing Tiongkok yang kembali harus gagal karena masalah biaya. Tapi, Qoqo sukses menjadi pembicara di forum Kongres Mahasiswa Internasional di Universitas Maltepe Turki di bawah koordinator Prof Dr Betul Cotuksoken pada 10-12 Mei 2017 bersama 11 orang wakil Indonesia, seperti UIN Sunan Kalijaga, UGM, UII dan Ibnu Quldum.

Sementara pada 2018 ini, mahasiswa semester 10 tersebut masih memiliki tiga agenda lawatan luar negeri, yakni undangan mengikuti konferensi perdamaian Israel-Palestina di Belanda, pertukaran mahasiswa ke Amerika dan Simposium BEM seluruh dunia di Rusia. (Feb)

UIN

BERITA REKOMENDASI