Raker IKPNI Korwil DIY Rencana Bentuk IKPNI Muda

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebagai salah satu komponen bangsa yang teguh pada komitmen untuk berperan aktif pada perwujudan tujuan negara, Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Koordinator Wilayah (korwil) DIY berencana menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) pada Minggu (27/02/2022) di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jalan Kusumanegara Yogyakarta.

“Raker akan membahas dan menetapkan pedoman dan program kerja organisasi tahun 2022. Pada pelaksanaan kegiatan ini diterapkan protokol kesehatan yang ketat,” kata Humas dan Publikasi IKPNI Korwil DIY, Hary Sutrasno Kasman.

Ditambahkan, materi pembahasan telah disiapkan matang melalui kegiatan Pra Raker yang dilaksanakan 3 Februari 2022 di Awange Recidence Komplek Kolombo Yogyakarta. Pada Raker besok pembahasan mendalam akan meliputi bidang Organisasi, Pelestarian Nilai-nilai Kepahlawanan, Sosial, Pemuda dan Publikasi. Salah satu yang menarik, yaitu akan diinisiasi pembentukan IKPNI Muda sebagai ujung tombak organisasi, untuk menjalin persahabatan dan komunikasi penyampaian nilai-nilai kepahlawanan secara digital kepada kelompok milenial.

IKPNI Korwil DIY yang memiliki kantor sekretariat di Komplek Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, saat ini diketuai oleh GBPH Prabukusumo S, Psi (ahli waris Pahlawan Nasional Sri Sultan Hamengkubuwono IX), dengan pengurus dan anggota para ahli waris keturunan Pahlawan Nasional yang berdomisili di Yogyakarta. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi (Pebisnis, Dokter, Rektor, Dosen, Pejabat Pemerintah, Jurnalis, Ustadz dan aktivis). Diantaranya dari keturunan Pangeran Diponegoro, KHA Dahlan, Ki Hadjar Dewantara, Jenderal Sudirman, Ki Bagus Hadikusumo, Katamso, Sugiyono, KH Abdul Kahar Muzakir, KH Wahab Hasbullah, RMTA Soeryo, Prof. Lafran Pane, Wahidin Sudirohusodo, Nyi Ageng Serang, Ki Soerjopranoto dan Prof. Kasman Singodimedjo.

Pada tingkat nasional, sejarah IKPNI sebagai organisasi nirlaba kejuangan, berdiri atas inisiasi beberapa Janda Pahlawan Nasional dan resmi dideklarasikan pada 10 Nopember 1974 di Jakarta. Saat ini, organisasi telah berkembang di mayoritas provinsi di Indonesia. Para inisiator saat itu memiliki pandangan jauh kedepan, yaitu bagaimana generasi penerus dapat terus menggelorakan jiwa kejuangan para pahlawan bangsa, untuk kejayaan bangsa Indonesia yang bermartabat dan dihormati dunia.

Pada perkembangannya, IKPNI juga menjadi forum silaturahmi keluarga pahlawan nasional untuk mengkonsolidasi peran sertanya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai implementasi nyata jiwa kejuangan para pahlawan. Visi pelestarian kejuangan para iniator janda para pahlawan nasional sebagai pendiri itu, kemudian mendapat legitimasi kuat dengan lahirnya Undang-Undang No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, Dan Tanda Kehormatan.

Pada pasal 34 ayat (1) UU tersebut, secara terang mengamanatkan kewajiban formil bagi para ahli waris Pahlawan Nasional untuk menjaga nama baik pahlawan dan jasa yang telah diberikan kepada bangsa dan negara, menjaga dan melestarikan perjuangan, karya, dan nilai-nilai kepahlawanan, dan menumbuhkan dan membina semangat kepahlawanan. Pada posisi inilah, kemudian IKPNI menjadi menjadi wadah bagi perwujudan amanat UU tersebut. (Fia)

BERITA REKOMENDASI