Rakernas Baznas Hasilkan ‘Risalah Yogyakarta’

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGA.com – Rapat Kerja Nasional Badan Amil Zakat Nasional (Rakernas Baznas) yang berlangsung di Hotel Melia Purosani sejak Senin (10/01/2022) menghasilkan ‘Risalah Yogyakarta. Risalah tersebut dibaca para pimpinan Baznas Provinsi se-Indonesia dipimpin KH Ahmad Daroji (Ketua Baznas Jateng) pada acara penutupan, Selasa (11/01/2022).

“Semoga kita bisa melaksanakan poin-poin yang tertuang dalam ‘Risalah Yogyakarta’ sehingga membawa berkah bagi masyarakat luas, khususnya para korban bencana di Indonesia, ” kata Hj Saidah Sakwan (salah satu pimpinan Baznas RI saat menutup Rakernas.

Rakernas diawali dengan seminar nasional menghadirkan para pakar terkait, antara lain KH Ma’ruf Cholil Nafis Ketua MUI. Sedang pembukaan dilakukan di Bangsal Kepatihan oleh Ketua Baznas RI Prof KH Noor Ahmad pada acara Gala dinner yang dihadiri Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X.

Poin ‘Risalah Yogyakarta’ antara lain menyebutkan, Baznas menjadikan setiap bencana sebagai peristiwa kemanusiaan yang menguatkan kohesi sosial dan solidaritas nasional untuk pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan mustahil. Baznas seluruh Indonesia melakukan kolaborasi untuk penanggulangan bencana pada fase pengurangan risiko, tanggap darurat dan pemulihan bencana sebagai bentuk pengamalan salah satu bentuk maqosid syariah yaitu hifdzu nafsu (menjaga nyawa).

Selain itu, Baznas seluruh Indonesia menyiapkan sumber daya manusia dan infrastruktur dalam rangka memperkuat program penanggulangan bencana. Juga mengoptimalkan pengumpulan dan penyaluran dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) serta dana sosial keagamaan lain (DSKL) sebesar-besarnya untuk mengurangi kemiskinan baru yang diakibatkan kejadian bencana.

Baznas seluruh Indonesia juga memperkuat koordinasi multipihak dan jejaring strategis antar kementerian/lembaga pemerintah, organisasi pengelola zakat, dan organisasi lainnya yang sejalan dengan visi-misi Baznas. Juga membangun tata kelola dan sistem informasi pusat kendali operasi kebencanaan untuk efektivitas dan efisiensi program penanggulangan bencana. (Fie)

BERITA REKOMENDASI